LPEI Kantongi Pinjaman Rp8,7 T dari China Eximbank dan ICBC

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 19:46 WIB
LPEI (Indonesia Eximbank) mendapat pinjaman Rp8,7 triliun dari China Eximbank dan ICBC yang akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja eksportir. LPEI (Indonesia Eximbank) mendapat pinjaman Rp8,7 triliun dari China Eximbank dan ICBC yang akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja eksportir. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dikenal juga Indonesia Eximbank, mengantongi pendanaan senilai US$580 juta atau setara Rp8,7 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS) dari China Eximbank dan PT Bank ICBC Indonesia.

Pendanaan dalam bentuk term loan facility ini memiliki tenor 3 tahun untuk US$200 juta yang diperoleh dari China Eximbank, serta 3 tahun dan 5 tahun untuk pinjaman US$380 juta dari ICBC.

Ketua Dewan Direktur sekaligus Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas bilang 50 persen atau US$100 juta dari pinjaman China Eximbank akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan modal kerja eksportir dengan prioritas pada proyek-proyek perdagangan, investasi, dan infrastruktur antara RI dengan China.


"Pinjaman itu untuk mendukung kebutuhan modal kerja nasabah LPEI dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor dan impor antara Indonesia dan China," ujar James dalam keterangan resmi, Senin (28/9).

Sementara, pinjaman dari ICBC ditujukan untuk membantu percepatan pertumbuhan ekspor melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor berorientasi ekspor, dengan tenor relatif panjang.

"Fasilitas pinjaman jadi bentuk kepercayaan dari lembaga keuangan internasional kepada LPEI dalam mendapatkan akses pendanaan untuk mendukung kegiatan perdagangan luar negeri," imbuh dia.

Saat ini, LPEI memberikan perhatian kepada pemasok dari eksportir yang membutuhkan pembiayaan melalui skema supply chain financing yang memungkinkan produk mereka diekspor lewat perusahaan lain.

Melalui skema tersebut, LPEI mendukung sinergi antar-rantai pasok ekspor, sehingga produk Indonesia benar-benar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor.

"Diharapkan, peran yang saat ini diberikan kepada LPEI mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat lebih mudah dijalankan," tutur James.

Di situasi yang kian menantang, ia melanjutkan, LPEI terus berupaya mencari dana dengan biaya kompetitif. Dana itu akan disalurkan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan kredit, dan asuransi yang akan membantu UMKM orientasi ekspor.

[Gambas:Video CNN]



(bir/sfr)