BI Genggam Surat Berharga Negara Rp640,6 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 18:05 WIB
BI menggenggam SBN Rp640,6 triliun per 25 September, termasuk pembelian SBN dari pasar sekunder untuk stabilisasi rupiah Rp166,2 triliun. BI menggenggam SBN Rp640,6 triliun per 25 September, termasuk pembelian SBN dari pasar sekunder untuk stabilisasi rupiah Rp166,2 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) menggengam Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp640,6 triliun per 25 September 2020. Jumlah ini termasuk pembelian SBN dari pasar sekunder untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebesar Rp166,2 triliun.

"Kami lakukan pembelian SBN pasar sekunder, stabilisasi rupiah dan stabilisasi pasar SBN Rp166,2 triliun dan juga term repo ekspansi perbankan dan ekspansi moneter lainnya," katanya dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI secara daring, Senin (28/9).

Sesuai dengan kesepakatan BI bersama Kementerian Keuangan pada 16 April dan 7 Juli lalu, BI telah melakukan pembelian SBN jangka panjang di pasar perdana sebesar Rp234,65 triliun. Rinciannya, pembelian melalui mekanisme pasar sebesar Rp51,17 triliun dan secara langsung sebesar Rp183,48 triliun.


Dalam kesepakatan tersebut, BI selaku stand by buyer akan menyerap lelang SBN ketika pasar tak mampu menyerap sesuai target pemerintah.

Lebih lanjut Perry mengungkapkan bahwa penyerapan SBN oleh asing sampai September 2020 dinyatakan sebesar Rp22 triliun.

Perry berjanji akan menjaga kondisi pasar dalam negeri agar kepercayaan asing dapat pulih. Pasalnya, ia berharap arus dana asing dapat mendanai APBN demi memulihkan ekonomi nasional.

"Akan terus kami jaga kondisi pasar, confidence (kepercayaan) pasar agar tidak hanya rupiah stabil, tapi SBN bisa masuk untuk mendanai APBN bagi pemulihan ekonomi nasional," tandas Perry.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)