Pabrik Coca Cola RI Pasang Panel Surya Terbesar di ASEAN

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 07:33 WIB
Pabrik Coca Cola di Cibitung memasang atap panel surya seluas 72 ribu meter persegi. Panel surya itu merupakan yang terbesar di ASEAN. Pabrik Coca Cola di Cibitung memasang atap panel surya seluas 72 ribu meter persegi. Panel surya itu merupakan yang terbesar di ASEAN. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia memasang atap panel surya pada fasilitas pabrik Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Panel surya yang terbentang seluas 72 ribu meter persegi itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembangunan panel surya berkapasitas 7,13 MegaWatt (MW) tersebut. Pasalnya, langkah perusahaan sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, serta 31 persen pada 2050. 


"Pembangunan atap panel solar ini dapat mengurangi emisi gas kaca sebesar 314 juta ton. Ini sama saja dengan penghematan 7.000 kendaraan yang dikendarai selama satu tahun. Ini merupakan hal yang luar biasa," tutur Airlangga dalam sambutannya saat menghadiri Inaugurasi Atap Solar Panel Pabrik CCA di Cibitung, Kabupaten Bekasi, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (1/10).


Airlangga berharap apa yang dilakukan CCA dapat dilanjutkan di pabrik maupun daerah lain. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi nomor 1 di Asia Pasifik jika kegiatan tersebut terus dilakukan.

"Kesadaran dunia usaha untuk menerapkan praktik manajemen yang menganut prinsip- prinsip ekonomi hijau ini menunjukkan bahwa industri nasional mendukung dan terus berupaya melakukan efisiensi energi dalam kegiatan produksinya serta secara aktif berkontribusi terhadap komitmen pemerintah menjalankan program ekonomi hijau," ujarnya.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama CCA Kadir Gunduz mengungkapkan pembangunan panel surya yang menelan investasi Rp87 miliar itu merupakan upaya perusahaan untuk menekan emisi gas rumah kaca. Terlebih, pemerintah telah menargetkan emisi bisa ditekan 29 persen atau setara 34 juta ton karbondioksida pada 2030.

[Gambas:Video CNN]

"Dengan keberhasilan ini, kami berharap dapat memperluas panel surya ke fasilitas manufaktur lain dan untuk itu kami meminta dukungan dari pemerintah terkait," ujar Gunduz.

Ke depan, perusahaan akan terus berkomitmen untuk mendukung perekonomian Indonesia melalui investasi yang berkelanjutan.

(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK