Pemerintah Klaim Covid-19 Dongkrak Keyakinan ke Produk Halal

CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2020 13:41 WIB
Pemerintah mengklaim penyebaran covid-19 meningkatkan keyakinan konsumen ke produk halal. Produk halal dianggap higienis dan sehat. Pemerintah menyebut penyebaran virus corona meningkatkan kesadaran konsumen atas produk halal. Ilustrasi. (Istockphoto/Gwengoat).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengklaim pandemi covid-19 meningkatkan kesadaran konsumen pada produk halal, mulai dari makanan dan minuman, traveling, hingga kosmetik.

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ina Hagniningtyas Krisnamurthi mengatakan kondisi tersebut terjadi karena konsumen mulai sadar terhadap higienitas produk akibat covid-19. Di sisi lain, produk halal dikaitkan dengan jaminan higienitas tersebut.

"Pemahaman ini memberikan makanan halal dan produk lainnya popularitas baru, karena konsumen sekarang menyetarakan makanan halal dengan makanan sehat dan higienis," ujarnya dalam High Level Seminar on Halal Lifestyle, Jumat (2/10).


Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2019, disebutkan jika transaksi pada sektor halal mencapai US$2,2 triliun.

"Nilai transaksi pada sektor halal bernilai mencapai US$2,2 triliun di 2019, dan ini menjadi sektor dengan transaksi konsumen paling besar di dunia," ucapnya.

Mayoritas transaksi halal itu berasal dari sektor makanan yang mencapai US$1,36 triliun. Kontribusi kedua diberikan oleh fesyen muslim dengan nilai US$283 miliar, muslim friendly-travel US$189 miliar, farmasi halal US$ 92 miliar, dan kosmetik halal US$64 miliar.

Ina menuturkan nilai transaksi tersebut diprediksi meningkat pada 2024 mendatang. Hal itu akan didorong kesadaran masyarakat pada sektor halal akibat pandemi covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Detailnya, transaksi dari makanan halal diprediksi menjadi US$1,97 triliun. Lalu, fesyen muslim diproyeksi naik menjadi US$402 miliar, muslim friendly-travel US$274 miliar, farmasi halal US$134 miliar, dan kosmetik halal US$95 miliar.

Oleh sebab itu, ia mengatakan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim paling besar di dunia memiliki potensi untuk menjadi pemain global. Sebab, berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2019 kontribusi Indonesia pada transaksi tersebut sektor halal tersebut baru mencapai 10 persen, atau senilai US$224 miliar.

Transaksi sektor halal Indonesia disumbang oleh, sektor makanan halal senilai US$173 miliar, fesyen muslim US$21 miliar, muslim friendly-travel US$11 miliar, farmasi halal US$5 miliar, dan kosmetik halal US$4 miliar.

"Sayangnya, Indonesia baru menyumbang 10 persen karena belum memaksimalkan potensinya. Kita belum menjadi produsen pasar halal global," tuturnya.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK