Fitch Ratings Buka Suara soal Omnibus Law Cipta Kerja

CNN Indonesia | Kamis, 08/10/2020 14:15 WIB
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai dampak investasi dari Omnibus Law Cipta Kerja bergantung pada implementasi di lapangan. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai dampak investasi dari Omnibus Law Cipta Kerja bergantung pada implementasi di lapangan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Sutriyati).
Jakarta, CNN Indonesia --

Fitch Ratings, lembaga pemeringkat kredit internasional, memandang pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) akan berdampak bagi iklim investasi Indonesia ke depan. Tetapi, dampaknya bergantung pada implementasi di lapangan.

"Kami perlu waktu untuk benar-benar melihat bagaimana ini diterapkan dan apa dampak yang berarti dalam jangka panjang," ujar Head of Asia-Pacific Sovereigns Fitch Ratings Stephen Schwartz di program Squawk Box CNBC Indonesia TV, Kamis (8/10). 

Kendati begitu, ia menilai setidaknya pengesahan UU Cipta Kerja merupakan bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjalankan agenda reformasi. Khususnya di bidang birokrasi secara struktural dan isu-isu jangka menengah di masing-masing sektor. 


Apalagi, pembahasan tetap berjalan penuh dan cepat, meski di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

"Ini menunjukkan, bahkan di tengah krisis kesehatan yang dramatis, pemerintah mampu mempertahankan fokus pada reformasi struktural dan isu jangka menengah untuk memacu investasi dan membawa lebih banyak aliran investasi asing," ujar Schwartz. 

Ia melanjutkan hal ini bisa memberi dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional pada jangka panjang. 

"Pada tahap ini, kami harus mengatakan ini indikasi yang positif dari pemerintah bahwa mereka mampu menangani beberapa reformasi penting yang telah lama tertunda dan penting," tuturnya. 

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini dampak implementasi Omnibus Law Ciptaker akan meningkatkan aliran investasi di Indonesia.

Bahkan, ia mengklaim saat ini sudah ada 153 perusahaan asing yang diklaim mau masuk ke dalam negeri. 

"Sektor industri tentu akan terungkit bila investasi masuk. Kepala BKPM bilang 153 perusahaan ini sebagian adalah perusahaan sektor manufaktur global, antara lain dari China, Amerika," ucap Airlangga dalam sesi terpisah program tersebut. 

Selain itu, aturan ini akan bisa menciptakan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menurut catatannya, ada 30 juta masyarakat Indonesia yang butuh kerja. 

Proyeksinya, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen sampai 5,5 persen pada tahun depan, maka akan tercipta 2 juta sampai 2,5 juta lapangan kerja baru. 

"Hitungannya pertumbuhan 1 persen itu bisa setara 500 ribu tenaga kerja, kalau tumbuh sampai 5 persen menjadi 2,5 juta penyerapan lapangan kerja," tandasnya. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK