Tabungan di Atas Rp5 M Melonjak Rp373 T dalam Sebulan

CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2020 15:15 WIB
Jumlah tabungan dengan nilai di atas Rp5 miliar melonjak Rp373 triliun pada Agustus 2020. Kenaikan menunjukkan masyarakat kelas ekonomi atas menahan belanja. Jumlah simpanan di atas Rp5 miliar melonjak Rp373 triliun pada Agustus 2020 karena masyarakat kelas menengah atas menahan belanja. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas masih cenderung menahan konsumsinya dan memilih untuk menabung. Kondisi itu tercermin dari jumlah tabungan di atas Rp5 miliar yang naik.

Ia menuturkan tabungan di atas Rp5 miliar pada periode Agustus 2020 saja mencapai Rp373 triliun.

"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya Rp115 triliun. Kalau dibandingkan full 2018 dan 2019 itu hanya Rp130 triliiun dan Rp162 triliun," ujarnya dalam Bincang APBN 2021, Selasa (13/10).


Dari kondisi tersebut, ia mengatakan permasalahan konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas adalah kepercayaan pada kondisi perekonomian. Sayangnya, golongan tersebut menilai kondisi perekonomian saat ini masih diliputi ketidakpastian.

Kondisi itu memicu mereka untuk memilih menahan konsumsinya dan menyimpan uangnya di perbankan.

"Itu mengindikasikan orang prefer to save (memilih untuk menabung), karena masih uncertainty (ketidakpastian)," tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat kelas menengah ke atas ini cenderung memilih untuk berdiam diri di rumah ketika kasus covid-19 meningkat. Dampaknya, aktivitas ekonomi dari golongan ini pun berkurang.

"Mereka punya uang dan punya kemampuan untuk belanja, tapi ketika kasus covid-19 banyak, mereka ada di rumah dan mereka punya kemampuan untuk bertahan di rumah, sehingga berbagai indikator menjadi landai," tuturnya.

Untuk diketahui, komponen konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51 persen pada kuartal II 2020. Angka ini terpaut jauh dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang masih tumbuh positif 5,18 persen.

Dampaknya, pertumbuhan ekonomi juga minus hingga 5,32 persen lantaran kontribusi konsumsi rumah tangga kepada PDB mencapai 57,85 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK