Potensi Gas Baru Ditemukan di Natuna

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 07:05 WIB
SKK Migas menyatakan cadangan gas komersial baru ditemukan di Wilayah Kerja Laut Natuna Selatan Blok B. Cadangan mengalirkan 11,2 juta kaki kubik gas per hari. SKK Migas menyebut potensi gas baru berhasil ditemukan di Natuna. Ilustrasi. (Dedhez Angara).
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna berhasil menemukan cadangan gas komersial untuk dikembangkan di Wilayah Kerja (WK) Laut Natuna Selatan Blok B.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan potensi gas tersebut ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi West Belut-1. Saat ini, sumur West Belut-1 telah mencapai kedalaman akhir di 5.000 kaki.

"Hasil uji pertama (DST#1) mencatat interval reservoir Formasi Udang terbukti mengalirkan hidrokarbon berupa gas sebesar 11,2 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," ujar Susana dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).


Hasil temuan ini menyatakan bahwa Natuna masih memiliki potensi sumber gas yang menjanjikan. Bahkan secara total, keberhasilan rasio pemboran di Natuna mencapai 100 persen.

Sebelumnya, Medco juga sudah menemukan cadangan hidrokarbon melalui tiga sumur eksplorasi di Natuna.

"Tentunya cadangan ini harus segera dikembangkan sesuai strategi jangka panjang SKK Migas yaitu percepatan undeveloped discovery menuju 12 ribu mmscfd gas di 2030," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Susana mencatat ke depan akan ada empat reservoir atau titik sumber migas di dalam bumi yang akan dilakukan pengujian. Pengujian ini bertujuan melihat performa produktivitas target reservoir gas di struktur West Belut, sehingga dapat menambah potensi cadangan migas di wilayah Natuna.

"Tidak hanya potensi ekonomi berupa migas di wilayah Natuna yang mendukung penerimaan negara dan kesejahteraan rakyat. Aktivitas hulu migas di area tersebut akan membantu memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menunjukkan kedaulatan negara di wilayah Natuna yang berdekatan dengan Laut China Selatan yang saat ini menjadi kawasan yang menjadi perhatian banyak negara," tandasnya.

(uli/agt)