Asosiasi Emiten Klaim IHSG Naik 5 Persen karena Omnibus Law

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 12:01 WIB
Asosiasi Emiten Indonesia menyatakan pengesahan UU Cipta Kerja telah menerbangkan IHSG sehingga bisa menguat sampai 5 persen ke level 5.100-an. Asosiasi Emiten Indonesia menyebut UU Cipta Kerja sudah membuat IHSG menguat 5 persen belakangan ini. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto mengklaim pengesahan UU Cipta Kerja disambut baik oleh investor. Hal itu terlihat dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 4.900-an ke level 5.100-an belakangan ini.

"Pada 5 Oktober itu sudah ada penyerahan draf. Saat itu respons market luar biasa terhadap UU Ciptaker. Kenaikan IHSG sampai tanggal 14 ini lebih dari 5 persen," ujarnya dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).

Iwan optimistis sambutan itu akan berbuah manis. Pasalnya, uu ini  akan semakin memudahkan investor untuk berinvestasi di Indonesia.


Meski demikian, berdasarkan pengamatannya sepekan terakhir, tak semua investor global tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kalau yang saya tahu, untuk tear 1 investor itu kebanyakan bullish terhadap Indonesia. Kemudian kedua ini mungkin untuk geoplitik juga. Lalu juga untuk mengurangi kekuatan dari China dan mencari negara-negara lain yang attractive untuk investasi," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani UU Ciptaker diperlukan untuk memperbaiki iklim berusaha di Indonesia agar lebih kondusif.

Menurutnya, meskipun data BKPM menunjukkan investasi meningkat tiap tahunnya, namun penyerapan tenaga kerjanya masih rendah. Hal ini disebabkan investasi padat karya atau manufaktur masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.

[Gambas:Video CNN]

Padahal kebutuhan investasi padat karya jadi solusi untuk mengatasi angkatan kerja Indonesia yang 87 persennya didominasi masyarakat dengan tingkat pendidikan SMA ke bawah.

Jika masalah ini tak bisa dipecahkan Indonesia akan terbebani dengan tingginya angka pengangguran yang besar.

"Selama ini belum ada pihak yang menyuarakan kepentingan pengangguran. Uu ini hadir untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja, kesejahteraan pekerja dan mewujudkan lapangan kerja yang berkualitas di Indonesia," tandasnya.

(hrf/age)