Daftar Perusahaan yang Mungkin Terapkan WFH Selamanya

CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 10:33 WIB
Sejumlah perusahaan mungkin menerapkan kebijakan kerja dari rumah alias WFH selamanya. Berikut rinciannya. Sejumlah perusahaan akan menerapkan kebijakan WFH alias kerja dari rumah selamanya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) menyusun rencana agar karyawannya bisa terus bekerja dari rumah (work from home/wfh) di masa mendatang. Hal ini dilakukan ketika negeri Paman Sam tengah bersiap menghadapi hantaman gelombang kedua virus corona.

Rata-rata perusahaan itu bergerak sebagai penyedia layanan digital. Perusahaan sektor itu memang memungkinkan pekerja mereka bekerja tanpa harus datang ke kantor.

Berikut daftar perusahaan yang mungkin tidak akan pernah mewajibkan karyawan mereka bekerja di kantor lagi seperti dilansir CNN Business, Senin (19/10).


Dropbox

Perusahaan teknologi dengan 3 ribu karyawan ini akan terus bekerja dari jarak jauh. Meski demikian beberapa karyawannya akan digilir untuk pergi ke kantor yang tengah dipugar, dan akan disebut "Studio Dropbox (DBX)," untuk kerja kolaboratif dan membangun tim.

Facebook

Mark Zuckerberg mengatakan sebanyak 50 persen karyawan Facebook (FB) dapat bekerja dari jarak jauh dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Dia mengemukakan idenya dalam upaya untuk memuaskan preferensi karyawan dan untuk menciptakan "kemakmuran ekonomi yang lebih luas."

Okta

Perusahaan perangkat lunak Okta (OKTA) yang menyediakan perangkat lunak login pekerja ke hampir 9.000 organisasi termasuk JetBlue, Nordstrom dan Slack, berharap sebanyak 85 persen tenaga kerjanya bisa bekerja dari jarak jauh di bawah kebijakan WFH yang baru.

[Gambas:Video CNN]

Sebelum pandemi virus corona melanda, 30 persen karyawan perusahaan ini telah bekerja dari jarak jauh. Okta sendiri tercatat memiliki sekitar 2.600 karyawan.

Shopify

Pada bulan Mei, Shopify (SHOP) mengumumkan bahwa mereka tengah bertransisi menjadi perusahaan "digital-by-default". Artinya, meskipun perusahaan membuka kembali kantornya pada 2021, sebagian besar karyawan akan bekerja dari jarak jauh secara permanen. "Sentrisitas kantor sudah berakhir," kata CEO Shopify Shopify Tobi Lütke.

Slack

Slack (WORK), perusahaan penyedia platform komunikasi asal Kanada, membuka peluang bekerja dari jarak jauh untuk ratusan tempat kerja. Perusahaan telah membuka peran yang dapat diisi oleh kandidat jarak jauh, dan sebagian besar karyawan Slack memiliki opsi untuk bekerja dari jarak jauh secara permanen.

Square

Perusahaan lain CEO Twitter Jack Dorsey, Square (SQ) berencana mengizinkan para stafnya untuk bekerja dari rumah bahkan setelah pandemi berakhir. Square mengatakan ingin karyawan mereka dapat bekerja dari lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Twitter

Twitter (TWTR), mengatakan akan mengizinkan beberapa karyawannya untuk bekerja dari rumah "selamanya."

Perusahaan teknologi tersebut mengatakan pengalaman bekerja dari rumah selama beberapa bulan terakhir telah menunjukkan bahwa mereka dapat bekerja dalam skala besar untuk jangka panjang.

Zillow

Zillow (Z), sebuah perusahaan yang menjadi pasar digital real estat, memberi karyawannya lebih banyak fleksibilitas bekerja dari rumah.

Perusahaan mengharapkan beberapa untuk bekerja dari rumah secara permanen, sementara yang lain mungkin datang ke kantor beberapa kali dalam sebulan atau beberapa hari dalam seminggu.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK