Facebook Hapus 2,2 Juta Iklan yang Ganggu Pilpres AS

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 09:40 WIB
Facebook menggunakan kecerdasan buatan buat menganalisa unggahan, bahkan sebelum dilaporkan pengguna. Ilustrasi Facebook. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar, 2,2 juta iklan serta 120.000 unggahan di Facebook dan Instagram telah ditarik oleh Facebook karena berusaha menghalangi pemungutan suara dalam pemilihan presiden AS pada 3 November 2020.

Hal tersebut diumumkan Wakil Presiden Facebook Nick Clegg pada Minggu (18/10). Ia juga mengungkap Facebook telah mengunggah peringatan sekaligus 150 juta contoh informasi palsu yang tersebar secara daring.

Hal tersebut dilakukan demi mencegah terulangnya peristiwa jelang pemilihan presiden AS 2016 yang kala itu dimenangkan Donald Trump. Jaringan Facebook sempat digunakan untuk percobaan memanipulasi pemilih oleh Rusia.


Masalah serupa juga terjadi pada tahun yang sama jelang referendum Inggris meninggalkan Uni Eropa.

"35 ribu karyawan menjaga keamanan platform kami dan berkontribusi untuk pemilihan presiden," kata Clegg.

"Kami juga telah menjalin kemitraan dengan 70 media khusus termasuk lima di Prancis untuk memverifikasi informasi," ucapnya seperti dilansir AFP.

Mantan wakil perdana menteri Inggris itu mengungkapkan Facebook juga menggunakan kecerdasan buatan yang mampu menghapus miliaran unggahan dan akun palsu, bahkan sebelum dilaporkan oleh pengguna lainnya.

Ketika masih menjadi wakil PM Inggris, Clegg pernah komplain bahwa Facebook tidak mengidentifikasi atau menekan jaringan asing yang ikut campur dalam pemilihan AS.

Kali ini, pengumuman disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menegur Facebook dan Twitter karena memblokir tautan ke artikel New York Post yang mengkritik rivalnya, Joe Biden. Artikel New York Post tersebut mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan Biden bersama putranya Hunter Biden.

New York Post diketahui memiliki email yang berisi tentang Hunter Biden yang memperkenalkan ayahnya, saat itu menjabat Wakil Presiden AS, kepada seorang eksekutif puncak di sebuah perusahaan energi Ukraina Burisma.

Cerita New York Post berfokus pada satu email dari April 2015, dimana ada seorang penasihat dewan Burisma Vadym Pozharskyi berterima kasih kepada Hunter karena mengundangnya ke pertemuan Washington dengan ayahnya. Tapi tidak ada indikasi kapan pertemuan itu dijadwalkan atau pernah terjadi.

Adapun alasan Facebook membatasi pengguna pada tautan artikel New York Post karena Biden telah menyangkal pernah bertemu dengan pengusaha tersebut.

"Ini adalah bagian dari proses standar kami untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah," kata juru bicara Facebook Andy Stone.

(chr/fea)

[Gambas:Video CNN]