PUPR Bakal Keluarkan Tol Palembang-Tanjung Api-api dari PSN

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 20:40 WIB
Kementerian PUPR akan mengeluarkan Tol Palembang-Tanjung Api-api dari Proyek Strategis Nasional karena belum ada kejelasan pembangunan KEK Tanjung Api-api. Kementerian PUPR akan mengeluarkan Tol Palembang-Tanjung Api-api dari Proyek Strategis Nasional karena belum ada kejelasan pembangunan KEK Tanjung Api-api. Ilustrasi. (Biro Pers Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian PUPR akan mengeluarkan pembangunan Jalan Tol Palembang-Tanjung Api-api dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020. Alasannya, belum ada kejelasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api yang sedianya bakal ditopang oleh jalan tol tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan semula pembangunan Tol Palembang-Tanjung Api-api dimaksudkan untuk memberi akses guna menunjang aktivitas di Pelabuhan Samudera Tanjung Api-api. Kebetulan, pembangunan pelabuhan itu dirancang terintegrasi dengan KEK Tanjung Api-api, sehingga dimasukkan ke PSN.

Rencana pembangunan pelabuhan dan KEK itu berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu, Kementerian PUPR pun berkomunikasi dengan Kemenhub.


"Sesudah komunikasi dengan Kemenhub, kelihatannya rencana Pelabuhan Tanjung Api-api ini belum final, belum ada kejelasan kapan dibangun, sehingga nanti tidak akan efektif jika bangun tol, tapi pelabuhannya tidak ada," ungkap Hedy saat konferensi pers virtual bersama awak media, Selasa (20/10).

Ia khawatir jalan tol itu nantinya tidak akan benar-benar memberi manfaat karena tidak ada titik aktivitas yang akan dibangun dalam jangka waktu menengah. Hal ini justru bisa memberikan kerugian bagi pemerintah.

Sebab, estimasinya, pembangunan Tol Palembang-Tanjung Api-api membutuhkan dana mencapai Rp9 triliun. Estimasi ini muncul dari panjang dan jenis jalan tol yang akan dibangun.

"Maka untuk sementara kami tunda dulu, karena ini konstruksinya cukup mahal, 60 kilometer, sebagian besar elevated, jalan layang, dan investasinya besar, makanya kami tunda dulu," jelasnya.

Bersamaan dengan pengeluaran satu proyek jalan tol dari daftar PSN, Kementerian PUPR membuka peluang masuknya proyek lain. Saat ini, ada sembilan usulan ruas tol yang masuk ke kementerian.

Rinciannya, empat ruas merupakan penambahan ruas dari PSN sebelumnya, yaitu Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Bogor Ring Road, Tol Depok-Antasari, dan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo.

Lima ruas lain merupakan jalan tol baru yang sebagian pembangunan ruasnya belum pernah masuk PSN. Terdiri dari Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Tol Akses Pelabuhan Patimban, Tol Pelabuhan Semarang, Tol Maros-Singguminasa-Takalar, dan Tol Samarinda-Bontang.

"Ruas baru ini memang karena beberapa ruas sudah masuk master paln kita, tapi baru diinisiasi kemarin-kemarin, misal Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, ini sudah lama direncanakan, tapi baru akan diinisiasi, mungkin awal tahun depan," katanya.

Saat ini, Hedy bilang Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap baru memasuki tahap lelang, sehingga kemungkinan proses pengadaan lahan baru dilakukan pada pertengahan tahun depan. Begitu pula dengan konstruksinya.

"Demikian juga dengan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, jadi memang timing saja, mereka baru berjalan, maka baru sekarang kami masukkan," tuturnya.

Sementara pada tahun ini, ada 64 ruas tol yang masuk dalam daftar PSN. Dari jumlah ini, 14 ruas tol sudah beroperasi penuh, seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Semarang-Solo, Tol Kunciran-Serpong, Tol Jakarta-Cikamapek II Elevated, dan lainnya.

Lalu, 10 ruas tol sudah beroperasian sebagian, misalnya Tol Balikpapan-Samarinda, Tol Pandaan-Malang, Tol Ciawi-Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Tol Cinere-Jagorawi, dan lainnya.

[Gambas:Video CNN]

Sisanya, 26 ruas tol masih dalam tahap konstruksi dan pengadaan lahan dan 14 ruas tol dalam perencanaan. Tol yang dalam tahap konstruksi dan pengadaan lahan seperti Tol Serpong-Cinere, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Tol Ulujami-Tanah Abang, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Semarang-Demak, dan lainnya.

Sedangkan tol yang masih dalam perencanannya, yakni Tol Yogyakarta-Bawean, Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang, dan lainnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK