Luhut Sebut RS Australia dan Singapura Bakal Masuk ke RI

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 17:24 WIB
Menko Luhut B Panjaitan menyebut rumah sakit asing diperlukan demi menghemat belanja kesehatan masyarakat ke luar negeri, yaitu US$7 miliar per tahun. Menko Luhut B Panjaitan menyebut rumah sakit asing diperlukan demi menghemat belanja kesehatan masyarakat ke luar negeri, yaitu US$7 miliar per tahun. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa pemerintah akan membuka rumah sakit (rs) internasional dengan menggandeng rumah sakit asing dari Singapura dan Australia.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi keynote speaker di acara "Outlook 2021: The Year of Opportunity" yang diselenggarakan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (21/10).

Menurut dia, kerja sama dengan rumah sakit asing diperlukan agar masyarakat tak perlu bepergian ke luar negeri untuk mendapat pengobatan untuk penyakit khusus.


Ia menyebut dalam setahun belanja masyarakat untuk traveling dan berobat ke luar negeri mencapai US$6 miliar-US$7 miliar.

"Ada beberapa rumah sakit yang kita approve (setujui), nanti kita suruh mereka bersaing. Ada dari Mayo Clinic dan John Hopkins, Anderson ada dari Australia dan Singapura dan sebagainya," ungkapnya.

Luhut mengatakan bahwa rumah sakit internasional tersebut akan dibuka di beberapa kota besar di Indonesia. Di antaranya adalah Bali, Jakarta, dan Medan.

Presiden Jokowi, diklaim Luhut, sudah setuju untuk membuka International Hospital di Bali Jakarta dan juga di daerah Medan. "Supaya rakyat kita berobat dalam negeri dan juga kualitas rumah sakit kita akan makin baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah bakal memberikan kemudahan bagi dokter asing untuk bisa beroperasi di rumah sakit internasional yang akan dibangun.

Caranya, dengan memberikan visa khusus kepada mereka supaya proses administrasi yang diperlukan untuk masuk ke Indonesia bisa lebih mudah.

"Kami sudah pertimbangkan visa itu untuk orang-orang spesifik, kerjanya, saya kira enggak perlu (ribet) dan kemudian boleh ada multiple visa buat spesifik orang-orang yang kita butuhkan untuk kegiatan dalam negeri," tandas Luhut.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK