BRI Syariah Bantah Akan 'Minggat' dari Bursa Usai Merger

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 09:39 WIB
BRI Syariah membantah kabar yang menyebut mereka akan hengkang dari pasar modal usai merger dengan dua bank syariah BUMN. BRI Syariah membantah akan keluar dari bursa usai merger dengan bank syariah BUMN lain. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank BRI Syariah (Tbk) atau BRIS membantah kabar soal perusahaan akan keluar atau delisting dari bursa saham selepas merger dengan bank syariah BUMN lainnya, PT BNI Syariah dan PT Bank Mandiri Syariah.

"Sampai sekarang tidak ada rencana mengarah ke sana (delisting)," ucap Corporate Secretary BNI Syariah Mulyatno Rachmanto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/10).

Menurut Mulyanto seluruh proses merger akan dilakukan sesuai dengan rencana merger yang telah disampaikan sebelumnya dengan mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku.


Rencana yang dimaksud dia adalah peleburan ketiga bank himbara syariah dengan komposisi pemegang saham terbesar dikuasai oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan porsi 51,2 persen.

Sementara itu, untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 25,0 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Sayangnya, Mulyanto enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana perusahaan agar tetap berada di bursa saham. "Detailnya akan kami sampaikan pada saatnya nanti sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan," tutupnya.

Prediksi BRIS akan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya disampaikan oleh analis saham Ellen May. Pasalnya komposisi kepemilikan publik yang hanya 4,4 persen alias tidak memenuhi regulasi BEI untuk suatu saham dapat dinyatakan sebagai perusahaan terbuka.

[Gambas:Video CNN]

Untuk diketahui, otoritas bursa mewajibkan emiten memberi ruang setidaknya 7,5 persen dari total kepemilikan. Karena itu lah, ia menilai BRIS berpotensi keluar dari BEI.

"Melihat komposisi kepemilikan tersebut, BRIS berpotensi keluar dari BEI. Hal ini karena proporsi kepemilikan masyarakat 4,4 persen atau di bawah ketentuan BEI 7,5 persen untuk tetap listing. Sebelum merger, proporsi masyarakat sebesar 18,47 persen," jelasnya seperti dikutip dari risetnya, Rabu (21/10).

Lebih lanjut ia menyebut setelah merger, BRIS akan memiliki total aset senilai Rp214,7 triliun dengan Bank Mandiri Syariah memiliki aset tertinggi, yaitu Rp114,4 triliun.

"Setelah merger, total utang bank syariah yang merger senilai Rp52,3 triliun," lanjutnya.

Ellen bilang bahwa merger dilakukan karena pemerintah melihat tingkat penetrasi aset syariah baru mencapai 8 persen dibandingkan dengan aset perbankan secara umum.

Padahal, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Diharapkan dengan merger, bank syariah akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah serta dapat bersaing secara global dengan 10 bank syariah terbesar di dunia.

Merger tiga bank syariah BUMN ini diharapkan menjadi efektif pada tanggal 1 Februari 2021.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK