BTN Cetak Laba Rp1,11 T pada Kuartal III 2020

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 18:20 WIB
BTN meraup laba sebesar Rp1,11 triliun pada kuartal III 2020 atau tumbuh 39,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BTN meraup laba sebesar Rp1,11 triliun pada kuartal III 2020 atau tumbuh 39,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN meraup laba sebesar Rp1,11 triliun pada kuartal III 2020. Laba tersebut naik 39,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp801 miliar.

Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan kenaikan laba di tengah pandemi covid-19 tersebut disebabkan pada kuartal III 2019 dan kuartal IV tahun lalu, BTN melakukan pembentukan cadangan untuk rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang cukup besar.

"Ini yang cukup beda dengan kondisi ekonomi dimana saat pandemi covid-19 kami bisa memiliki laba bersih yang meningkat, karena memang pada September dan Desember yang lalu, BTN melakukan peningkatan pada coverage NPL kami, ini yang menyebabkan laba kami di tahun ini justru meningkat," ujarnya dalam paparan kinerja kuartal III 2020 BTN, Kamis (22/10).


Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN justru minus 0,78 persen, dari Rp256,93 triliun menjadi Rp254,91 triliun. Menurunnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak pandemi covid-19 yang mengakibatkan perlambatan pada kredit korporasi dan konsumsi secara nasional.

Ia menyatakan perlambatan pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan kondisi nasional, dimana pertumbuhan kredit nasional hanya 0,12 persen pada September 2020.

Namun, ia menuturkan tren bulanan penyaluran kredit sudah menunjukkan peningkatan sejak April lalu. Bahkan, pada September ini penyaluran kredit BTN secara bulanan sudah mencapai Rp4 triliun, atau bertambah dibandingkan posisi Juni 2020 lalu yakni Rp3 triliun.

"Kami optimis realisasi kredit ini di bulan ke depan masih akan meningkat, bahkan kami optimis di Oktober ini sudah bisa melampaui Rp5 triliun, kami harap November juga meningkat. Dengan kenaikan itu, kami harap untuk pertumbuhan kredit akhir tahun nanti di kisaran 2 persen-3 persen," ucapnya.

Secara detail, mayoritas penyaluran kredit BTN ditujukan kepada kredit konsumer sebanyak Rp187,56 triliun. Kemudian, kredit komersial senilai Rp27,45 triliun dan kredit korporasi Rp15,54 triliun.

Sementara itu, NPL secara gross bertambah dari 3,54 persen menjadi 4,56 persen. Sedangkan NPL nett perseroan berhasil ditekan dari 2,33 persen menjadi 2,26 persen.

Pahala meyakini hingga akhir tahun, NPL gross bisa ditekan ke bawah 4,56 persen. Namun, posisi NPL tersebut akan bergantung dari kondisi dan perkembangan aktivitas perekonomian di tengah pandemi covid-19 ini.

"Banyak hal yang akan mempengaruhi tentunya apakah ada PSBB yang September lalu sempat diberlakukan kembali, misalnya ada kondisi seperti itu, dan itu memang pilihan sulit, tapi kalau terjadi mungkin akan menghambat, dan juga bergantung pada jumlah orang terjangkit. Tapi, kalau melihat tren yang ada untuk bisa capai di bawah 4,5 persen ada harapan," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 18,66 persen dari Rp230,35 triliun menjadi Rp273,33 triliun. Kenaikan DPK bank pelat merah itu lebih tinggi dari pertumbuhan DPK nasional.

Ia menuturkan pertumbuhan DPK perseroan ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 22,17 persen dari Rp51,12 triliun menjadi Rp62,73 triliun. Kenaikan DPK juga disumbang oleh pertumbuhan deposito sebesar 25 persen dari Rp137,86 triliun menjadi Rp172,32 triliun.

Kinerja tersebut menambah posisi aset bank dengan kode saham BBTN itu sebesar 12,92 persen dari Rp316,21 triliun menjadi Rp357,07 triliun.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK