Tito Ingatkan Kepala Daerah Urus Inflasi, Bukan Cuma Pilkada

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 19:14 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk tidak lupa mengurus inflasi di daerah masing-masing, dengan anggaran khusus TPID. Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk tidak lupa mengurus inflasi di daerah masing-masing, dengan anggaran khusus TPID. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk tidak lupa mengurus inflasi di daerah masing-masing. Apalagi, kepala daerah sedang sibuk dengan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Desember 2020 nanti.

Selain itu, pemda juga memiliki banyak urusan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa berjalan sesuai target.

Urusan inflasi yang dimaksud Tito, dengan memberikan anggaran khusus untuk tim pengendali inflasi daerah (TPID). Anggaran tersebut dibutuhkan untuk melakukan monitoring terhadap persediaan sembako setiap hari.


"Tim satgas TPID ini dianggarkan, diberikan perhatian, kepala daerah sibuk semua dan banyak persoalan. Ada pilkada, demo, pendapatan berkurang. Tapi khusus untuk inflasi ini satgas yang dibentuk ini dikumpulkan dan diberikan dukungan anggaran," ujarnya dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2020, Kamis (22/10).

Ia bilang kepala daerah harus memerintah TPID untuk memantau persediaan sembako secara rutin. Jika ada kenaikan harga, tim itu bisa langsung melaporkan ke kepala daerah untuk dikaji lebih lanjut.

"Kalau ada harga naik itu langsung kami cek, masalahnya kurang di pasokan atau distribusi," tutur Tito.

Jika permasalahannya berada di pasokan, maka pemerintah bisa mencari komoditas yang kurang itu di daerah lain. Jika daerah lain juga kekurangan komoditas tersebut, maka pemerintah pusat bisa melakukan impor.

"Tapi kalau yang masalah distribusi, maka bisa saja terjadi karena ada mafia pangan. Mereka menyimpan barang agar langka, begitu langka harga naik, lalu mereka lempar barangnya," jelas Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo memprediksi inflasi hingga akhir tahun tetap rendah. Bahkan, inflasi diperkirakan di bawah 2 persen. "Kami perkirakan inflasi sampai akhir 2020 akan tetap rendah bahkan lebih rendah dari 2 persen atau di batas bawah sasaran 3 plus minus 1," ungkap Perry.

Ia menambahkan realisasi inflasi per akhir September 2020 berada di level 1,42 persen secara tahunan (year on year/yoy). Rendahnya inflasi ini karena daya beli masyarakat masih rendah.

"(Ini karena) Permintaan belum kuat dan harga komoditas pangan global yang rendah," pungkas Perry.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK