Sri Mulyani soal Vaksin Corona: Tantangan, Mental Harus Siap

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 11:51 WIB
Menkeu Sri Mulyani menilai produksi dan distribusi vaksin corona tidak akan serta merta mengakhiri kasus covid-19 dan memulihkan ekonomi. Menkeu Sri Mulyani menilai produksi dan distribusi vaksin corona tidak akan serta merta mengakhiri kasus covid-19 dan memulihkan ekonomi. (Dok. Kementerian Keuangan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai produksi dan distribusi vaksin corona di tahun depan tak akan serta-merta mengakhiri kasus covid-19 dan memulihkan perekonomian. Ia memprediksi akan ada berbagai kendala dalam tahap pelaksanaan dan butuh waktu sampai semua masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.

"Penemuan vaksin diupayakan, namun tidak akan segera. Pelaksanaan vaksinasi akan tetap menghadapi tantangan. Jadi, secara mental kita harus tetap bersiap," ujarnya dalam Spectaxcular 2020 Virtual Festival yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (23/10).

Selain itu, Ani, panggilan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina untuk bisa bertahan sampai situasi benar-benar kembali normal.


Masyarakat juga diminta mulai terbiasa dengan protokol kesehatan covid-19 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dari perkiraan. 

"Tentu, kita harus saling memberikan semangat, karena bagaimana pun juga tadinya kita pikir kalau hanya satu bulan work from home atau PSBB masih bisa oke. Tapi ternyata ini sudah lebih dari 7 bulan dan tahun depan pun kita akan menghadapi  ketidakpastian ini," tuturnya.

Lebih lanjut Ani mengingatkan jajaran pegawai DJP untuk tetap menjalankan tugasnya dalam mengumpulkan penerimaan negara, meski sebagian besar wajib pajak juga tengah menghadapi situasi sulit.

"Kita akan menjaga mereka melewati masa sulit dan kalau mereka punya kemampuan membayar, kita juga akan tetap mengoleksi itu," terang dia.

Selain itu, ia meminta jajaran pegawai DJP terus mensosialisasikan berbagai insentif yang disiapkan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Beberapa di antaranya adalah pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor.

Kemudian, diskon angsuran 50 persen PPh Pasal 25, serta restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat.  

"Karena dalam situasi yang sulit ini instrumen APBN itu menjadi andalan yang luar biasa penting, Kita semuanya tetap harus melaksanakan tugas negara ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK