Laba BRISyariah Meroket 237 Persen di Kuartal III 2020

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 10:20 WIB
Laba bersih PT Bank BRISyariah (BRIS) meroket 237 persen dari 56,45 miliar menjadi Rp190,58 miliar pada kuartal III 2020. Laba bersih PT Bank BRISyariah (BRIS) meroket 237 persen dari 56,45 miliar menjadi Rp190,58 miliar pada kuartal III 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) membukukan kinerja cemerlang sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini atau kuartal III 2020. Laba bersih perusahaan meroket hingga 237,57 persen dari Rp56,45 miliar menjadi Rp190,58 miliar.

Mengutip laporan keuangan BRISyariah, lonjakan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan dari penyaluran dana sejak Januari hingga September 2020. Tercatat, total pendapatan dari penyaluran dana hingga kuartal III 2020 sebesar Rp3,03 triliun atau naik 23,17 persen dari sebelumnya Rp2,46 triliun.

Rinciannya, pendapatan dari piutang naik dari Rp1,23 triliun menjadi Rp1,66 triliun. Pendapatan dari piutang ini berasal dari Murabahah sebesar Rp1,63 triliun, Istishna' sebesar Rp288 juta, i sebesar Rp28,96 miliar, dan lainnya sebesar Rp7,19 miliar.


Selain itu, pendapatan dari bagi hasil naik dari Rp682,94 miliar menjadi Rp997,69 miliar. Detailnya, pendapatan dari bagi hasil Mudharabah sebesar Rp31,23 miliar dan Musyarakah sebesar Rp966,46 miliar.

Selanjutnya, BRISyariah juga mengantongi pendapatan dari sewa sebesar Rp120,48 miliar, bagi hasil untuk pemilik dana investasi sebesar Rp864,33 miliar, dan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar Rp2,16 triliun.

Perusahaan melaporkan pembiayaan meningkat 47 persen pada kuartal III 2020. Total pembiayaan BRISyariah pada Desember 2019 lalu hanya sebesar Rp27 triliun, tapi per September 2020 menjadi Rp40 triliun.

Meski penyaluran meningkat, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) BRISyariah terlihat menurun. NPF gross pada September 2019 sebesar 4,45 persen, lalu turun menjadi 3,35 persen pada September 2020.

[Gambas:Video CNN]

Begitu juga dengan NPF net. Pada September 2019 lalu NPF net tercatat di level 3,97 persen, tapi per September 2020 turun menjadi 1,73 persen.

Sementara, dana pihak ketiga (DPK) BRISyariah tercatat meningkat pada kuartal III 2020. Total DPK naik 43 persen dari Rp34 triliun per Desember 2019 menjadi Rp49 triliun pada September 2020.

Dari segi aset, jumlahnya juga naik 30,07 persen dari Desember 2019 yang sebesar RP43,12 triliun menjadi Rp56,09 triliun. Sementara, jumlah ekuitas naik tipis 4,13 persen dari Rp5,08 triliun menjadi Rp5,29 triliun.

Kewajiban perusahaan atau liabilitas juga naik pada sembilan pertama tahun ini. Angkanya meningkat 30,07 persen dari Rp38,03 triliun menjadi Rp50,8 triliun.

 

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK