Sri Mulyani Bakal Larang Rapat Saat Jam Anak Sekolah

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 19:01 WIB
Menkeu Sri Mulyani akan melarang rapat pimpinan dilakukan saat jam anak sekolah di masa pandemi covid-19. Menkeu Sri Mulyani akan melarang rapat pimpinan dilakukan saat jam anak sekolah di masa pandemi covid-19. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani akan melarang rapat pimpinan (rapim) di lingkungan Kementerian Keuangan dilakukan saat jam anak sekolah di masa pandemi covid-19. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada November 2020 mendatang.

Sri Mulyani menyatakan aturan ini sengaja dibuat agar orang tua bisa mendampingi anak-anaknya untuk sekolah secara daring (online) di rumah. Dengan begitu, jam kerja di Kementerian Keuangan dibuat lebih fleksibel.

"Saya mau buat seperti ini, rapim-rapim, rapat-rapat di kementerian saya (Kementerian Keuangan) tidak boleh saat jam sekolah. Ini agar orang tua pas office hour lebih fleksibel," terang Sri Mulyani, dalam webinar bertajuk Cerita di Kemenkeu Mengajar, Senin (26/10).


Ia mengatakan pihaknya sempat membuat survei mengenai sistem bekerja dari rumah (work from home/wfh). Hasilnya, banyak karyawan yang stress karena sulit mengatur waktu antara mendampingi anak sekolah secara online atau rapat virtual dengan atasan.

"Saya mendapatkan laporan, dari hasil observasi banyak yang stres. Jadi kebijakan ini (rapat tidak boleh di jam anak sekolah) saya akan lakukan pada November 2020," tutur Ani, sapaan akrabnya.

Ia bilang rata-rata anak sekolah sampai pukul 14.00 WIB. Artinya, dengan kebijakan baru, maka rapat baru bisa dilaksanakan setelah pukul 14.00 WIB, sehingga karyawan Kementerian Keuangan cukup leluasa untuk mengerjakan hal lain di luar pekerjaan.

"Orang tua muda tidak perlu bingung, anak sekolah mungkin sampai pukul 14.00 WIB. Nah selama itu orang tua harus memantau anak. Nanti jam kerja lebih fleksibel, kerja sampai 20.00 WIB tidak apa-apa, saya juga kalau kerja sampai malam," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan keterlibatan orang tua sangat penting dalam sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Setidaknya, orang tua perlu memberikan waktu untuk anak-anaknya dalam melakukan sekolah secara daring.

"Faktor terpenting adalah keterlibatan orang tua, paling tidak beri waktu untuk anak-anak Anda. Semua orang harus cari waktu," kata Nadiem.

Nadiem bercerita bahwa ia akan selalu menyempatkan waktu berkomunikasi atau bermain dengan anak di sela-sela rapat. Misalnya, ketika ada jeda rapat via aplikasi Zoom selama 30 menit, maka Nadiem akan menggunakan waktu itu untuk bermain dengan tiga anaknya.

"Saya full time menteri, saya full time anak tiga juga. Saya cari waktu untuk anak-anak saya, untuk membaca, berdiskusi dengan mereka, bermain," imbuh Nadiem.

Ia menambahkan bahwa orang tua tak harus mengeluarkan uang dalam memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Hal terpenting adalah mengenal anaknya dengan baik, dengan membacakan buku atau berdiskusi.

"Itu dampaknya bukan hanya untuk anak, tapi juga negara, ini karena anak adalah masa depan negara," tutup Nadiem.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK