Rupiah Jatuh 4,2 Persen pada Kuartal III 2020

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 17:07 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyebut rupiah terdepresiasi 4,2 persen sepanjang kuartal III sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan. Menkeu Sri Mulyani menyebut rupiah terdepresiasi 4,2 persen sepanjang kuartal III sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan rupiah terdepresiasi sebesar 4,2 persen sepanjang kuartal ketiga tahun ini. Hal itu sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan.

"Kuartal III 2020 kurs rupiah terdepresiasi 4,2 persen sejalan dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan karena faktor global dan domestik," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK secara virtual, Selasa (27/10).

Ia menyatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berkoordinasi demi menstabilkan nilai tukar rupiah. Selain itu, daya beli masyarakat juga turun hingga kuartal III 2020.


Tercatat, inflasi per September 2020 sebesar 1,42 persen secara tahunan. Hal ini karena permintaan masyarakat belum pulih sepenuhunya di masa pandemi covid-19.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengklaim cadangan devisa (cadev) tetap meningkat dari US$121 miliar menjadi US$135,2 miliar per September 2020.

Angka itu setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.

Dari sisi fiskal, Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan terus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memulihkan ekonomi domestik.

Menurutnya, defisit APBN akhir kuartal III 2020 telah mencapai Rp682,1 triliun atau 4,16 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Meski terdepresiasi, Sri Mulyani mengklaim stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal III 2020 masih terjaga cukup baik. Hal itu akan menopang proses pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19.

Menurutnya, aktivitas perekonomian kuartal III 2020 mulai pulih. Ini terjadi setelah ekonomi tertekan pada kuartal II 2020.

Diketahui, ekonomi Indonesia pada kuartal  II 2020 anjlok hingga minus 5,32 persen. Ini menjadi kontraksi ekonomi yang pertama sejak kuartal I 1999 silam yang saat itu minus 6,13 persen.

[Gambas:Video CNN]



(uli/aud)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK