Program SMILE Berdayakan Petani Sawit lewat Sertifikasi RSPO

APICAL, CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 17:23 WIB
Inisiatif SMILE ini bertujuan untuk memberdayakan petani kelapa sawit dalam menciptakan mata pencaharian yang lebih baik melalui sertifikasi RSPO. Inisiatif SMILE ini bertujuan untuk memberdayakan petani kelapa sawit dalam menciptakan mata pencaharian yang lebih baik melalui sertifikasi RSPO. (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga perusahaan industri kelapa sawit, yakni KAO Corporation, Apical Group, dan Asian Agri meluncurkan inisiatif berkelanjutan untuk membantu para petani swadaya kelapa sawit Indonesia.

Inisiatif program Smallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment (SMILE) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

President of Apical Group Dato Yeo How mengatakan lewat inisiatif ini pihaknya ingin mendorong kesejahteraan petani swadaya kelapa sawit.


"Kami ingin meningkatkan pendapatan mereka sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujar Dato Yeo How

Senada, Managing Director of Asian Agri Kelvin Tio mengatakan minyak sawit banyak digunakan sebagai bahan baku produk sehari-hari, termasuk produk KAO. Bahkan setiap tahunnya minyak sawit terus mengalami peningkatan permintaan secara global (high global demand).

Untuk itu, kolaborasi ini menjembatani dan menjadi solusi untuk meningkatkan volume produksi tanpa merusak lingkungan dan berkelanjutan.

"Jalinan kemitraan dengan smallholder atau petani swadaya ini tak cuma untuk keberlanjutan bisnis dan menjembatani kebutuhan minyak sawit yang semakin meningkat. Namun juga mengoptimalisasi hasil panen dan produksi tanpa membuka lahan dan budidaya baru," ujarnya dalam webinar 'SMILE to Empower Smallholder, Smallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment' yang disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu (28/10).

Merujuk data, lanjut Kelvin, 40 persen total produksi minyak kelapa sawit berasal dari petani kecil. Sehingga, SMILE hadir untuk memfasilitasi dan membuka akses petani kecil ke pada pasar yang lebih luas.

"Mereka [petani swadaya] mayoritas kurang pengetahuan dalam hal praktik manajemen dibanding petani plasma. Kemudian mereka juga terbatas akses ke finansial dan bahan tanam yang berkualitas. Untuk itu, kami mencoba merangkul dengan meningkatkan pengetahuan dan skill mereka agar bisa menghasilkan produksi lebih baik dan menyejahterakannya," ujarnya.


Tingkatkan Penghasilan

Dalam pelaksanaannya, SMILE mengedukasi petani swadaya dan memberikan sertifikasi RSPO pada mereka. Dari sertifikasi tersebut, petani berhak menerima premi minyak sawit rata-rata 5 persen lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat.

Chief Operating Officer (COO) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Bakhtiar Talhah mengatakan petani swadaya yang bersertifikat bisa mendapat manfaat dan hal konkret untuk memperbaiki kebunnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Bertambahnya pemasukan bagi petani swadaya memang penting untuk jaminan kelayakan hidup mereka, tapi di samping itu RSPO juga memastikan mereka juga mendapat manfaat lain, yakni mendapat akses ke makanan segar, bisa berpartisipasi dalam organisasi petani sehingga mereka bisa dapat pelatihan, serta jaminan kesehatan dan keamanan," ujarnya.

(fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK