Cara Investasi Reksadana, Jenis, dan Cara Memulai

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 15:22 WIB
Reksadana kerap jadi salah satu cara untuk memulai investasi. Berikut ulasan mengenai cara investasi reksadana, jenis, dan cara memulainya. Ilustrasi: Reksadana kerap jadi salah satu cara seseorang dalam memulai investasi. Artikel ini membahas cara investasi reksadana, jenis, dan cara memulainya. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tren berinvestasi masih diminati sejumlah orang. Keinginan untuk bebas beban finansial saat masa pensiun nanti membuat masyarakat menggali lebih dalam seluk-beluk investasi.

Ada banyak instrumen untuk digunakan berinvestasi, dan reksadana adalah salah satu yang dinilai mudah serta banyak diminati masyarakat.

Merujuk laman IDX, Reksadana secara sederhana adalah paket investasi yang pengelolaan instrumen investasinya dilakukan oleh Manager Investasi atau MI.


Tentu para MI ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajer investasi inilah yang akan membagi instrumen investasi ke berbagai perusahaan.

Jenis-jenis Reksadana

Ilustrasi Koin EmasFoto: aleksandra85foto/Pixabay
Ilustrasi. Jenis reksadana antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham

Sebelum mengulas cara investasi, pahami dulu jenis-jenis reksadana berikut:

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Ini merupakan investasi yang berfokus pada surat utang jangka pendek dan deposito dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Contoh instrumen investasi ini adalah Giro, Deposito, dan Obligasi Ritel, Sukuk Ritel yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Keuntungan dari reksadana pasar uang adalah tingkat risiko yang kecil, potensi imbal hasilnya lebih tinggi dari deposito, modal investasi tergolong kecil, dan mudah dicairkan.

Sementara kekurangannya adalah keuntungan yang anda dapat tidak pasti dan kecil.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana obligasi atau pendapatan tetap secara sederhana merupakan investasi yang sebagian besar alokasinya berfokus pada instrumen surat utang yang jatuh tempo di atas 1 tahun.

Jenis investasi ini disebut reksadana pendapatan tetap karena surat utang secara konsisten mendapat pembayaran bunga (kupon) dari penerbitnya.

Para praktiknya, bunga dari surat tersebut tidak diteruskan kepada investor, namun diinvestasikan ulang. Hasil investasi ulang ini yang kemudian menambah nilai reksadana nasabah, sehingga harganya meningkat.

Di satu sisi, ketika suku bunga dan inflasi turun maka harga obligasi dan pasar uang akan naik. Begitupun sebaliknya, ketika suku bunga dan inflasi naik maka harga obligasi dan pasar uang akan turun.

Kekurangan lainnya adalah adanya potensi wanprestasi atau gagal bayar dari penerbit surat utang atau obligasi. Saat wanprestasi terjadi, jumlah pokok investasi berkurang sejalan waktu yang mempengaruhi keuntungan nasabah.

3. Reksadana Campuran (Balanced Fund)

Reksadana campuran menempatkan dana investasi nasabah pada beberapa jenis instrumen yang pembeliannya harus mencakup instrumen investasi saham, surat utang (obligasi), dan pasar uang.

Pembagian alokasi jenis instrumen reksadana campuran ditentukan oleh manajer investasi. Reksadana ini memiliki tingkat resiko moderat ke tinggi.

Keuntungan reksadana campuran ada pada tingkat fleksibilitas. Jika saham sedang loyo, investasi bisa lebih difokuskan pada obligasi atau pasar uang.

Saat satu porsi instrumen merugi, porsi lain bisa memberikan keuntungan.

4. Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksadana saham adalah reksadana yang sebagian besar dana investor difokuskan ke saham. Sedikitnya 80 persen dana investor akan diinvestasikan ke saham dan sisanya ke instrumen lain.

Reksadana saham lebih cocok bagi nasabah yang ingin berinvestasi jangka panjang antara 5 hingga 10 tahun.

Tingkat risikonya yang tinggi sebanding dengan tingkat potensi keuntungan jika dibandingkan dengan reksadana lain.

Keuntungan lainnya, investasi nasabah tersebar ke berbagai saham sekaligus atau dikenal dengan diversifikasi. Jadi, jika modal nasabah terbatas, dengan reksadana saham, ia bisa memiliki saham dari berbagai sektor atau industri.

Diversifikasi juga merupakan salah satu cara meminimalisasi kerugian.

Di satu sisi nasabah tidak perlu melakukan Analisa teknikal atau instrumental, karena manajer investasi yang akan melakukannya.

Namun, kekurangan dari tipe reksadana ini adalah harga saham yang fluktuatif hingga kurang cocok untuk investasi jangka pendek.


Wartawan salah satu stasiun televisi melaporkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (18/9) sore ditutup menguat 20,82 poin atau 0,41 persen ke posisi 5.059,22 dengan didukung sentimen domestik. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.Salah satu cara investasi yang digemari publik adalah reksadana. Cara investasi reksadana dapat dipelajari di pusat informasi penyelenggara. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Profil Risiko Reksadana

Saat calon nasabah hendak mendaftar ke suatu sekuritas, biasanya agen penjual akan meminta mengisi kuesioner profil untuk panduan Manajer Investasi dalam mengelola dana nasabah.

Poin-poin dari pertanyaan dalam kuesioner akan digunakan sebagai dasar membagi profil risiko calon nasabah. Semakin agresif profilnya, biasanya maka semakin agresif pula pilihan reksadananya.

Berikut profil risiko yang terbagi dalam beberapa kategori:

  • Konservatif (tingkat risiko rendah)
  • Moderat (tingkat risiko menengah)
  • Agresif (tingkat risiko tinggi)

Tips Memilih Reksadana sesuai Keinginan

Selain profil jenis dan profil reksadana, dalam cara investasi reksadana, beberapa hal juga bisa diperhatikan sebelum menjadi nasabah, berikut di antaranya:

Tentukan Tujuan Investasi

Dalam menentukan tujuan, calon nasabah bisa membagi ke dalam 3 jangka waktu: pendek, menengah, hingga panjang.

Sebagai contoh, reksadana saham lebih sesuai untuk jangka panjang, sedangkan reksadana pendapatan tetap atau pasar uang lebih sesuai untuk jangka pendek dan menengah.

Kapabilitas Sekuritas

Karena proses investasi dijalankan oleh pihak lain, maka penting untuk mengetahui rekam jejak sekuritas yang akan dipilih oleh calon nasabah, berikut beberapa variabel yang bisa dicermati:

  • Usia dari produk reksadana
  • Besaran dana kelola

Cara Beli Reksadana

Ilustrasi tabunganFoto: morgueFile/mconnors
Ilustrasi. Reksadana merupakan salah satu cara menabung. Berikut cara beli reksadana

Ada dua cara yang dapat anda lakukan untuk membeli reksadana. Cara online atau daring dan offline atau langsung.

Pembelian reksadana secara langsung dilakukan dengan datang ke perusahaan manajer investasi, atau melalui lembaga perbankan. Pastikan perusahaan sekuritas yang didatangi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara Beli Reksadana Offline/Langsung

  • Cari informasi seputar agen penjual produk reksadana.
  • Baca dan cerna informasi seputar investasi reksadana di agen penjual, meliputi jenis reksadana yang ditawarkan, manajer investasi yang menjadi mitra, bank kustodian, dan tata cara pembelian dan penjualan kembali produk reksadana.
  • Pilih produk reksadana yang paling sesuai dengan profil risiko.
  • Isi formulir pembukaan rekening efek. Dokumen yang diperlukan antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan materai.
  • Usai mengisi formulir, calon nasabah akan mendapat satu nomor identitas. Nomor ini akan menjadi identitas nasabah setiap akan melakukan transaksi pembelian atau penjualan reksadana.

Cara Beli Reksadana Online/Daring

  • Cari informasi terkait produk reksadana di e-commerce tepercaya.
  • Beli sesuai keinginan.
  • Isi data diri, dokumen akan diunggah oleh calon nasabah.
  • Nasabah akan mendapat nomor identitas untuk melakukan transaksi.
  • Aktivasi akun.
  • Pilih produk reksadana yang ditawarkan oleh manajer investasi.
  • Lakukan pembayaran melalui layanan uang elektronik atau transfer.

Istilah dalam Investasi Reksadana

Dalam investasi reksadana, nasabah akan menjumpai beberapa istilah yang berkaitan dengan transaksi, jual-beli reksadana, berikut di antaranya:

NAB (Nilai Aktiva Bersih)

NAB merupakan jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksadana atau aset yang dikelola oleh manajemen. Dana yang dikelola mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.

Nilai Aktiva Bersih tidak menggambarkan harga suatu reksadana. Meski tidak ada patokan besaran nilai standar dana Kelola, namun semakin besar nilai NAB menggambarkan semakin besar juga kepercayaan masyarakat/investor terhadap suatu reksadana atau manajer investasi tertentu.

UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan)

UP sering juga disebut sebagai harga suatu reksadana. Transaksi dilakukan berdasarkan nilai atau harga dari reksadana tersebut.

UP akan berubah setiap harinya dipengaruhi oleh harga pasar serta perubahan dana kelolaan. Untuk menghitung, nasabah hanya perlu membagi jumlah dana kelolaan dengan jumlah unit penyertaan.

Portofolio Efek

Kumpulan dari berbagai surat berharga, termasuk saham, obligasi, unit penyertaan reksadana, surat pengakuan utang, surat berharga komersial, dan tanda bukti utang.

Subscription Fee

Biaya untuk membeli suatu reksadana. Sejumlah perusahaan sekuritas memberlakukan subscription fee.

Redemption Fee

Istilah ini merujuk pada biaya untuk melakukan penjualan atau pencairan UP. Biaya redemption lebih besar dibandingkan Subscription Fee, besaran persentasenya berkisar 0 hingga 5 persen.

Transaksi Switching

Ini merupakan transaksi yang disebabkan karena adanya pengalihan dari satu reksadana ke reksadana lain. Transaksi mencakup keseluruhan unit atau bergantung keputusan investor.

UP (Unit Penyertaan)

Satuan transaksi dalam reksadana yang menunjukkan jumlah penyertaan dana yang dimiliki investor. Kepemilikan UP dapat diketahui melalui surat konfirmasi transaksi yang dikirimkan oleh Bank Kustodian.

Bank Kustodian

Lembaga keuangan yang telah mendapat persetujuan OJK untuk melakukan pengawasan dan menyimpan aset reksadana. Aset yang dimaksud adalah saham, obligasi, dan aset berharga lainnya.

KIK (Kontrak Investasi Kolektif)

Ini merupakan kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Dalam Kontrak Investasi Kolektif wajib ditetapkan hak dan tanggung jawab pihak yang bersangkutan dalam kontrak.

Sebagai contoh, Manajer Investasi diberi wewenang mengelola portofolio investasi, dan Bank Kustodian diberi wewenang menerima penitipan aset secara kolektif.

Demikian cara investasi reksadana yang dapat Anda coba. Perbanyak menggali informasi sebelum memutuskan membeli agar investasi Anda dapat berjalan dengan baik.

(imb/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK