ESDM: Perpres Tarif Listrik Pembangkit EBT di Tangan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 18:40 WIB
Kementerian ESDM mengaku telah menyerahkan rancangan perpres tarif listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ke Presiden Jokowi. Kementerian ESDM mengaku telah menyerahkan rancangan perpres tarif listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ke Presiden Jokowi. Ilustrasi EBT. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM mengaku telah menyerahkan rancangan peraturan presiden (perpres) tentang tarif listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan aturan itu akan terbit.

"Ini sudah disampaikan ke Pak Presiden. Saya tidak bisa jawab selama apa prosesnya. Tapi kami sudah menyampaikan ke Pak Presiden," terang Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam rapat kerja Komisi VII DPR, Senin (16/11).

Ia bilang ada tiga formula harga listrik EBT dalam perpres tersebut. Pertama, feed-in tariff (FIT). "Harganya sudah stay di situ (harga tetap)," ucap Dadan.


Kedua, pemerintah menyiapkan harga patokan tertinggi untuk EBT dengan kapasitas 5 MW. Ketiga, tarif EBT akan bergantung dari kesepakatan.

"Misalnya yang ada pembangkit listrik di laut, belum tahu harga berapa, itu bisa business to business antara off taker dengan PT PLN (Persero)," jelas Dadan.

Sebelumnya, Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Harris Yahya menyebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah insentif dalam perpres EBT tersebut.

Ia menuturkan pemerintah akan memberikan kompensasi atau biaya penggantian yang menutupi selisih harga yang ada dalam Perpres nanti dengan harga BPP PLN.

Tak hanya biaya kompensasi, pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan dukungan lainnya dalam bentuk insentif lokasi. Artinya, harga teknologi untuk membangun pembangkit EBT di Jawa dan di luar Jawa. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK