Pakar: UMKM Harus Siap ke Arah Digitalisasi

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 19:00 WIB
UMKM yang ingin naik kelas harus berubah dari segi inovasi dengan cara melek digital, sehingga diyakini muncul peluang baru dari segi perekonomian. UMKM yang ingin naik kelas harus berubah dari segi inovasi dengan cara melek digital, sehingga diyakini muncul peluang baru dari segi perekonomian. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia T. M. Zakir Machmud mengatakan digitalisasi akan sangat membantu di masa pandemi ini.

Terlebih bagi UMKM konvensional yang selama ini lebih banyak bertransaksi secara tradisional--bertatap muka baik dengan konsumen maupun penyedia bahan baku.

"Sekarang salah satu cara bertahan di saat pandemi adalah digitalisasi. Dengan bertransformasi secara digital, hubungan dengan konsumen maupun dengan penyedia bahan baku bisa dilakukan," ujarnya dalam acara Dialog Produktif bertema "Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi" yang dikutip melalui laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional atau #SatgasCovid19, Rabu (18/11/2020).


Upaya mendigitalisasi proses bisnis pelaku UMKM, terutama yang masih asing dengan perkembangan teknologi, masih sulit karena terbentur pola pikir pelakunya sendiri.

"Jadi walaupun kita bicara digitalisasi, kita tetap harus melakukan pendampingan. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, dan konsultasi. Intinya UMKM harus mempersiapkan diri ke arah digitalisasi," ungkap Zakir.

Sementara itu, Head of Sales Wahyoo Triatmojo Suprasetyo tidak menampik apabila saat ini, segala aspek tengah bertransformasi ke arah digitalisasi untuk menjawab lanskap perubahan akibat pandemi Covid-19.

"Dukungan digitalisasi khususnya pada warung-warung makan berimbas positif pada pelaku bisnis. Dukungan yang kami berikan kita sebut P3K [Pelatihan, Pembimbingan, Pendapatan, dan Kemudahan]. Ini yang menaikkan derajat pelaku UMKM kita, terutama pemilik warung makan."

Menurut dia, kehadiran aplikasi seperti Wahyoo turut membantu mentransformasi UMKM ke arah proses bisnis digital. "Mereka itu kita bantu naik kelas dengan digitalisasi dari segi apa pun. Mulai dari digitalisasi pembukuan, dari situ kita bisa lihat cash flow mereka, kita bisa tahu apa kebutuhan mereka," katanya.

Saat ini dengan perubahan situasi, UMKM harus mampu beradaptasi, salah satu caranya adalah dengan digitalisasi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia baru.

Perjalanan ke arah proses bisnis digital ini diakui Zakir membawa perubahan. Dengan digitalisasi, lanjutnya, ada peluang baru yang akan muncul. Peluang baru ini akan besar efeknya dalam perekonomian.

"Istilahnya dalam perubahan itu pasti ada yang dikalahkan [looser] dan yang bangkit [gainer]. Kuncinya saat ini adalah segera berubah dari segi inovasi, sehingga UMKM bisa menaikkan kelas. Jadi harus benar-benar melek digital," pesan Triatmojo.

(ang/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK