Cara dan Syarat Tukar Uang Rupiah yang Sobek dan Uang Logam

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 11:48 WIB
BI kembali membuka layanan penukaran uang rupiah yang rusak. Berikut cara dan syarat tukar uang rupiah yang sobek dan uang logam. Ilustrasi. BI kembali membuka layanan penukaran uang rupiah yang rusak. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang rupiah rusak mulai Kamis (12/11) lalu. Berikut cara dan syarat tukar uang rupiah kertas yang sobek dan uang logam yang bisa Anda ikuti.

Sebelumnya, layanan tersebut sempat tutup sementara akibat pandemi virus corona.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, penukaran uang rupiah tersebut dapat dilakukan melalui kantor pusat BI dan kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.


"Pembukaan kembali layanan penukaran uang rupiah rusak merupakan upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di masyarakat, dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (21/11).

Proses penukarannya pun tergolong mudah. Pertama, masyarakat cukup membawa uang rupiah rusak yang masih memenuhi persyaratan ke kantor BI, tepatnya di loket layanan BI.

Kedua, masyarakat datang ke kantor BI sesuai dengan jadwal penukaran uang rupiah rusak yakni setiap Kamis, pukul 08.00-11.30 waktu setempat.

"BI mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran di seluruh kantor BI untuk tetap menjalankan protokol Covid-19," imbuhnya.

Sejumlah uang pecahan yang rusak di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016. Proses pemusnahan uang yang tidak layak edar diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/7/PBI/2012 tentang Pengelolaan Uang Rupiah tertanggal 27 Juni 2012. CNN Indonesia/Safir MakkiIlustrasi penukaran uang sobek di BI. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Namun, tidak semua uang rupiah rusak bisa ditukar dengan uang baru. Bank sentral memberlakukan sejumlah syarat penukaran uang rupiah baik untuk uang kerta dan logam.

Uang rupiah kertas

Jika fisik uang masih berkisar 2/3 dari ukuran aslinya dan dapat dikenali keasliannya, maka dapat diberikan penggantian sebesar nilai nominal yang ditukarkan dengan dua persyaratan.

Syaratnya, uang rupiah kertas masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap atau uang rupiah kertas tidak merupakan satu kesatuan. Syarat lain, nomor seri pada uang rupiah rusak tersebut lengkap dan sama.

Namun, jika fisik uang rupiah kertas sama dengan atau kurang dari 2/3 ukuran aslinya, maka BI tidak akan memberikan penggantian.

Uang rupiah logam

Jika ukuran fisiknya masih lebih besar dari setengah ukuran aslinya dan dapat dikenali keasliannya, maka diberikan penggantian sebesar nilai nominal uang rupiah yang ditukarkan.

Tapi jika fisiknya sama dengan atau kurang dari setengah ukuran aslinya, maka tidak diberikan penggantian.

(ulf/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK