Konsistensi, Strategi Skill Monky Menggapai Mimpi

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 16:01 WIB
Dengan kerja keras dan konsistensi, Skill Monky berusaha keras menggapai mimpi di tengah pandemi lewat dukungan #BeliKreatifLokal dari Kemenparekraf. Dengan kerja keras dan konsistensi, Skill Monky berusaha keras menggapai mimpi di tengah pandemi lewat dukungan #BeliKreatifLokal dari Kemenparekraf. (Foto: dok. CNNIndonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengangkat tagline 'chase your passion like monkeys run for bananas', label fesyen Skill Monky seolah ingin menyebar semangat untuk mengejar mimpi. Sama halnya seperti seekor monyet yang akan gigih mendapatkan pisang yang ia suka.

Bagi sang pemilik, Antonius Roy Hambali, Skill Monky bak hasil perjalanan hidupnya yang jatuh bangun membangun bisnis.

"Si monyet ini menceritakan story di setiap shirt-nya, pesan-pesan positif yang terus mengingatkan orang [untuk tidak menyerah]," kata Roy.


Demi menyampaikan pesan tersebut, Roy mencetak tambahan label berbunyi 'proudly me' di setiap produk, yang mengajak pemakainya untuk bangga pada diri sendiri. Kebanggaan dan rasa percaya diri dinilai penting sebagai bekal mengejar mimpi.

Memiliki monyet sebagai maskot label, Skill Monky memperhatikan detail desain dengan sungguh-sungguh. Pemilihan bahan dan pembuatan produk yang teliti membuat Skill Monky dilirik oleh banyak anak muda. Tak hanya kaos, Roy juga membuat tote bag. Saat ini, Skill Monky bisa didapat di sejumlah pusat perbelanjaan serta di platform daring.

Ia menyebut, sejak pandemi mewabah, Skill Monky menerapkan protokol kesehatan di setiap tahap produksi. Mulai steam baju pascaproduksi, pengemasan yang diupayakan selalu steril, hingga tak lupa menyelipkan anjuran untuk dicuci dahulu sebelum pemakaian produk.

Namun hal itu tak banyak mengubah keadaan. Pendapatan Skill Monky turun sampai 60 persen. Roy mencoba segala cara, termasuk bergabung dalam program #BeliKreatifLokal yang digagas oleh Kemenparekraf. Lewat pendampingan selama beberapa bulan, Roy memperoleh baragam materi antara lain untuk bertahan di tengah pandemi.

"Begitu kita join ke BKL itu ternyata brand yang dipilih adalah yang dikurasi. Itu meningkatkan percaya diri aku juga sih, ada pengakuan bahwa brand ini memiliki potensi dan dia harus dipertahankan," kata Roy.

Program #BeliKreatifLokal diakui Roy membantunya dalam membuat dan menjalankan strategi pemasaran secara daring, yang menjadi media pemasaran utama di kala pandemi yang membatasi pergerakan masyarakat. Ia mendapat ilmu cara berjualan di marketplace, dan membangun sosial media sesuai citra yang diinginkan. Selain itu, #BeliKreatifLokal turut memperkaya pengetahuan Roy dalam membangun bisnis.

"Awalnya kita kan tidak punya sistem, tidak ada alurnya. Tapi begitu gabung BKL, kita lihat oh ternyata ada langkah-langkahnya. Nah, di BKL itu setiap hari kita harus memberi laporan, aktivitas apa yang dilakukan setiap hari,"

"[Laporan] itu akan mereka evaluasi, lalu mereka kasih advice pada kita, sebaiknya seperti ini. Dan itu bukan semua brand digabungkan menjadi satu, tapi satu brand dipantau satu persatu," papar Roy.

Roy menekankan, tidak mudah untuk membuat bisnis. Diperlukan konsistensi, kerja keras, dan keberanian menjadi modal awal Skill Monky, yang kemudian dilengkapi oleh pengetahuan dan ilmu dari #BeliKreatifLokal. Kini, Roy semakin percaya diri mengembangkan UMKM fesyen yang ia miliki.

"Bisnis itu tidak ada yang gagal. Bisnis itu gagal karena kita tidak mau mencoba lagi. Jadi ketika kita sudah mentok, kita sudah enggak mau mencoba lagi, bisnis itu gagal. Di era pandemi, kita sudah enggak bisa milih-milih. Intinya, bisa bertahan. Itu yang saya lakukan di BKL dan ternyata membuahkan," imbuhnya.

[Gambas:Youtube]

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK