IHSG Diprediksi 'Tertular' Kenaikan Kasus Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 06:12 WIB
IHSG diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (23/11) dipicu oleh meningkatnya kasus covid-19 secara global. IHSG diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (23/11) dipicu oleh meningkatnya kasus covid-19 secara global. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (23/11), dipicu oleh meningkatnya kasus virus corona (covid-19) secara global.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pergerakan indeks hari ini juga akan dibebani mulai memudarnya optimisme vaksin covid-19, sehingga ia melihat peluang indeks konsolidasi melemah.

Apalagi, lanjut dia, akhir-akhir ini pasar modal telah mengalami kenaikan yang signifikan.


"Ditambah masalah stimulus dan pasar keuangan yang naik banyak beberapa pekan terakhir, sehingga membuka koreksi sehat IHSG," katanya dikutip dari riset.

Ia memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 5.541-5.462 dan resistance di level 5.628-5,.657.

Sepaham, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi indeks bakal terkoreksi, dikarenakan lesunya sentimen.

"Serta (karena) kasus covid-19 secara global masih menjadi sorotan, di berbagai negara banyak berkembang kasus baru," jelasnya.

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.652-5.546 dan resistance 5.611-5.652.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup tertekan pada perdagangan Jumat (20/11). Indeks Dow Jones merah 0,75 persen ke level 29.263, S&P 500 turun 0,68 persen ke level 3.557, dan Nasdaq Composite melemah 0,42 persen menjadi 11.854.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK