Penerimaan Pajak Merosot 18 Persen per Oktober 2020

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 20:51 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan penerimaan pajak hingga Oktober 2020 sebesar Rp826,9 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan penerimaan pajak hingga Oktober 2020 sebesar Rp826,9 triliun.(CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan penerimaan pajak hingga Oktober 2020 sebesar Rp826,9 triliun. Angka itu turun 18,8 persen dari realisasi penerimaan pajak Oktober 2019 lalu yang sebesar Rp1.018 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan realisasi penerimaan pajak per Oktober 2020 baru setara dengan 69 persen dari target yang mencapai Rp1.198 triliun. Penurunan penerimaan pajak ini khususnya disebabkan oleh PPh migas yang anjlok 46,5 persen.

Tercatat, PPH migas per Oktober 2020 sebesar Rp26,4 triliun. Sementara, PPh migas pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49,3 triliun.


"PPh migas ini turun karena harga turun dan volume turun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (23/11).

Lalu, pajak non migas turun 17,4 persen. Alhasil, penerimaan pajak non migas hanya Rp800,6 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp969 triliun.

Bila dirinci, penerimaan dari pajak non migas terdiri dari PPh non migas sebesar Rp450 triliun, pajak pertambahan nilai (PPN) Rp329 triliun, pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp15 triliun, dan pajak lainnya Rp5 triliun.

Jika dilihat lebih jauh, penurunan penerimaan pajak terjadi hampir di seluruh sektor. Salah satunya industri pengolahan yang mencapai minus 18 persen.

Lalu, penerimaan pajak di sektor perdagangan turun 19 persen, jasa keuangan dan asuransi turun 9 persen, konstruksi dan real estate turun 20 persen, transportasi dan pergudangan turun 12 persen, dan pertambangan turun sekitar 40 persen.

"Secara keseluruhan harus hati-hati melihat keseluruhan sektor yang sebagian tunjukkan ada pemulihan dan yang lain masih ada di dalam kondisi tertekan," pungkas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK