Pengangguran Naik, 778 Ribu Warga AS Ajukan Klaim Tunjangan

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 10:25 WIB
Klaim tunjangan pengangguran AS naik dari 748 ribu pada pekan lalu menjadi 778 ribu pekan ini. Realisasi lebih tinggi dari perkiraan ekonom, 735 ribu orang. Klaim tunjangan pengangguran AS naik dari 748 ribu pada pekan lalu menjadi 778 ribu warga pekan ini. Realisasi lebih tinggi dari perkiraan ekonom, 735 ribu orang. Ilustrasi. (AFP/SPENCER PLATT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 778 ribu warga Amerika Serikat (AS) mengajukan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu. Ini menunjukkan lambatnya pemulihan pasar ketenagakerjaan di Negeri Paman Sam.

Data lebih tinggi dari laporan pekan sebelumnya yang berkisar 748 ribu orang. Realisasi pekan ini juga lebih besar dari perkiraan sejumlah ekonom yakni hanya 735 ribu orang yang bakal mengajukan klaim.

Mengutip CNN Business, hal ini menjadikan klaim pengangguran pertama kali naik selama dua pekan berturut-turut sejak akhir Juli lalu. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak lima pekan terakhir.


Di sisi lain, laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS ini menunjukkan sebanyak 6,1 juta orang telah mengajukan tunjangan selama dua pekan secara berturut-turut.

Sedangkan, tercatat lebih dari 4,5 juta orang telah menerima kompensasi darurat pandemi dari pemerintah AS per 7 November lalu.

Secara keseluruhan, lebih dari 20,4 juta angkatan kerja AS masih menerima bantuan per 7 November 2020. Angka naik lebih dari 135 ribu dari pekan sebelumnya.

Data memperlihatkan realitas di lapangan yang tak sejalan antara pasar saham dengan sektor riil.

Sementara para pekerja kesulitan menyambung hidup, indeks Dow Jones malah mencapai rekor tertingginya pada Selasa (24/11), menembus level 30.000.

"Kebijakan menjaga jarak yang lebih ketat diberlakukan setiap hari. Tindakan tinggal di rumah, penutupan sekolah, dan pembatasan bisnis untuk beroperasi akan menyebabkan lebih banyak PHK selama musim dingin,"kata Ekonom Pasar Uang Jefferies Thomas Simons.

Pasar berharap Presiden AS Terpilih Joe Biden pada kepemimpinannya tahun depan akan fokus mendapatkan persetujuan stimulus baru dengan Kongres.

"Kendati vaksin berpotensi datang dan akan didistribusikan secara massal, ekonomi mendesak bantuan fiskal sekarang," kata Kepala Ekonom RSM AS Joseph Brusuelas.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK