Pembangunan Tol Jokowi Lampaui Capaian 5 Presiden Sebelumnya

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 09:14 WIB
Kemenko Perekonomian menyatakan pembangunan tol selama empat tahun era Jokowi mencapai 1.309 km atau melampaui capaian lima presiden sebelumnya. Pembangunan jalan tol yang dicapai Jokowi selama memerintah melampaui capaian lima presiden sebelumnya. Ilustrasi. (Biro Pers Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemenko Perekonomian mencatat sebanyak 103 proyek senilai Rp602,7 triliun berhasil diselesaikan pemerintah sejak 2016 sampai dengan 4 Desember 2020, .

Di antara proyek-proyek tersebut, jalan tol yang berhasil dibangun mencapai sepanjang 1.309 km.

Capaian tersebut, kata mereka, melampaui pembangunan jalan tol selama kepemimpinan lima presiden sebelumnya mulai dari Soeharto, BJ Habibie, Gusdur, Megawati hingga Soesilo Bambang Yudhoyono.


"Total panjang jalan tol terbangun mencapai 1.309 km, melebihi total panjang jalan tol yang terbangun pada tahun 1978-2014 yaitu 821 km," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam sosialisasi Perpres 109/2020, Selasa (8/12).

Selain jalan tol, ada pula proyek kelistrikan yang sampai dengan Oktober 2020 tercatat telah beroperasi sebesar 9.694 MW. Sementara yang sedang dalam tahap konstruksi dengan nilai investasi Rp732 triliun sebesar 17.853 MW.

Kemudian telah terbangun pula dua pelabuhan internasional pertama di Indonesia yang berpotensi menambah volume kargo sebesar 22,5 juta TEU's di tahun 2035.

Selanjutnya di sektor hulu migas, terdapat empat proyek pengembangan lapangan hulu migas dengan estimasi total investasi sebesar US$53 miliar dengan potensi produksi gas bumi sebesar 23,3 MTPA atau 3,3 BCFD.

[Gambas:Video CNN]

Lalu hingga Agustus 2020 terdapat 2 proyek SPAM dengan skema KPBU yang sudah selesai dan 1 SPAM lainnya sedang tahap konstruksi. Ketiga proyek SPAM tersebut akan menyuplai minum lebih dari 2 juta orang.

Dalam hal jaringan kereta api, lanjut Wahyu, pemerintah telah mengoperasikan sistem transportasi MRT dan LRT pertama di Indonesia. Kemudian ada pula sistem LRT pertama di Pulau Sumatera serta pembangunan kereta api pertama di Pulau Sulawesi yang saat ini telah mencapai 50 km rel terbangun.

Selanjutnya, ada 17 Bendungan PSN yang telah terbangun dan menambah persediaan air baku sebesar 1.2 miliar m3, mereduksi potensi banjir sebesar 3,600 m3/detik, meningkatkan pasokan air baku sebesar 3,300 lt/detik, mengairi sawah seluas 120 ribu hektar, dan memproduksi 113 MW listrik.

"Telah terbangun pula jaringan irigasi untuk mengairi sawah seluas 865,4 hektar," ucapnya.

Di samping itu, sebanyak 14 proyek bandara di 14 Provinsi yang dapat menambah kapasitas konektivitas secara regional pun telah terbangun.

"Terakhir, pemerintah telah merampungkan proyek Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur yang melayani 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia," tandasnya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK