JK Sebut Cuma di Indonesia Orang Kaya Sukses dari Rokok

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 15:36 WIB
Wapres JK menilai cuma di Indonesia, orang terkaya sukses dari bisnis rokok. Tidak seperti orang kaya Jepang dari bank, India dan AS dari bisnis energi. Wapres JK menilai cuma di Indonesia, orang terkaya sukses dari bisnis rokok. Tidak seperti orang kaya Jepang dari bank, India dan AS dari bisnis energi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyebut struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan negara lain apabila dilihat dari orang terkaya. Ia bilang cuma di Indonesia, orang terkaya sukses dari bisnis rokok.

"Di Indonesia yang paling beda dengan negara-negara lain di dunia, ini mungkin tidak ada. Orang terkaya 1, 2, 3 pengusaha rokok," ujarnya, dalam acara International Virtual Conference 2020, Rabu (9/12).

Ia membandingkan orang kaya dari negara-negara lain yang rata-rata berasal dari sektor energi dan teknologi informasi (TI).


AS, misalnya, memiliki orang terkaya dari sektor energi seperti pemilik perusahaan minyak Chevron dan Exxon Mobil. Serupa, orang terkaya di India juga berasal dari sektor energi.

Sementara itu, orang terkaya di Korea Selatan berasal dari sektor TI, seperti pemilik raksasa teknologi Samsung. Sedangkan, orang terkaya dari Jepang menjalankan bisnis bank, salah satunya SoftBank Group.

Kondisi tersebut bukan sekadar peringkat orang terkaya belaka. Lebih dari itu, kondisi tersebut mencerminkan jika masyarakat Indonesia kurang peduli pada kesehatan.

"Berarti orang Indonesia itu berani-berani, karena walaupun di bungkusan rokok disebut ini bisa menyebabkan kanker atau dulu malah bisa menyebabkan kematian tetap saja rokok itu maju. Jadi, orang Indonesia berani. Walaupun diancam dengan kanker dia tidak peduli, sehingga orang paling kaya 1,2,3 itu pengusaha rokok, di mana di dunia yang begitu? Tidak ada," ucapnya.

Tak kalah pentingnya, lanjut JK, kondisi tersebut menunjukkan jika struktur ekonomi Indonesia tidak berkelanjutan.

Karenanya, ia menilai Indonesia membutuhkan inovasi agar perekonomian Indonesia lebih berkelanjutan. Salah satunya, melalui peningkatan nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia.

"Jadi, ini masalah yang kita harus hadapi dan kita akan hadapi. Karena, pasti kalau pengusaha rokoknya yang (terkaya) 1, 2, 3, yang kaya orang rokok tidak sustainable ekonomi kita, makanya perlu ada suatu inovasi," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK