Harga Minyak Relatif Stabil Berkat Sentimen Vaksin Corona

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 07:41 WIB
Harga minyak mentah dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Rabu (9/12), waktu AS. Pergerakan salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan vaksin corona. Harga minyak mentah dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Rabu (9/12), waktu AS. Pergerakan salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan vaksin corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Rabu (9/12), waktu Amerika Serikat (AS). Pergerakan harga dipengaruhi pertimbangan investor terhadap peningkatan stok minyak mentah AS serta perkembangan vaksin virus corona atau covid-19.

Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 2 sen menjadi US$48,86 per barel di London ICE Futures Exchange. Sebaliknya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 8 sen atau 0,2 persen menjadi US$45,52 per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah AS meningkat 15,2 juta barel menjadi 503,2 juta barel pada pekan lalu. Jumlahnya lebih tinggi dari perkiraan analis sebanyak 1,4 juta barel.


Sementara, impor minyak mentah AS naik 2,7 juta barel pada pekan lalu. Ini merupakan kenaikan impor terbesar ketika ekspor tengah anjlok.

Stok bensin AS juga lebih tinggi karena peningkatan produksi di kilang."Kenaikan signifikan dalam persediaan bensin dan distilasi kemungkinan merupakan hasil dari permintaan minyak yang lebih rendah pasca liburan Thanksgiving, serta tambahan perintah tinggal di rumah di seluruh negeri," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow di Houston.

Di sisi lain, pasar juga mengamati perkembangan vaksin covid-19 yang sudah diuji coba perdana di Inggris. Di saat yang sama, muncul kabar bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah menyetujui vaksin di AS.

Para penasehat pemerintah akan memberikan tanggapan soal kabar dari FDA untuk mengeluarkan izin resmi penggunaan vaksin ke depan. Vaksin tersebut merupakan milik Pfizer Inc dan BioNTech SE, perusahaan Jerman.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, Inggris menjadi negara pertama yang sudah melangsungkan uji coba vaksin. Pasar berharap ada hasil dari uji coba ini yang mampu memberi kabar baik terhadap penyelesaian pandemi dan pemulihan ekonomi.

"Pasar pasti berada dalam keadaan terguncang, tetapi secara keseluruhan ini tampak seperti laporan kebetulan dan pasar dapat mendeteksi hari-hari yang lebih cerah ke depan," kata Analis Again Capital LLC John Kilduff di New York.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK