Ganjar soal Investasi Minim: Kami Baru Rasakan Infrastruktur

CNN Indonesia | Rabu, 16/12/2020 21:13 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan rendahnya daya saing infrastruktur menjadi penghambat investor masuk ke Jateng selama ini. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan rendahnya daya saing infrastruktur menjadi penghambat investor masuk ke Jateng selama ini. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan rendahnya daya saing infrastruktur menjadi salah satu penyebab minimnya minat investor masuk ke provinsinya.

Hingga kuartal III 2020, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jawa Tengah menjadi provinsi dengan investasi terendah di Pulau Jawa yakni hanya Rp37,5 triliun.

Sementara investasi paling tinggi diperoleh Jawa Barat yakni sebesar Rp86,3 triliun, disusul DKI Jakarta Rp72,5 triliun, Jawa Timur Rp65,5 triliun dan Banten Rp42 triliun.


"Sebenarnya kalau kita bicara infrastruktur, Jawa Tengah baru merasakan berapa waktu terakhir ini. Umpama jalan tol, sudah mulai terhubung, dan itu kalau kita lihat Semarang-Solo atau Jogja-Semarang-Solo sekarang pertumbuhannya sangat cepat," ucapnya dalam diskusi virtual yang disiarkan IDX Channel, Rabu (16/12).

Oleh karena itu, menurut Ganjar, penting untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mensukseskan pembangunan infrastruktur yang ada di Jawa Tengah. "Sebetulnya ketertinggalan selama ini bisa terbantu karena infrastruktur membaik," imbuhnya.

Dalam hal pariwisata, misalnya, Pemprov Jateng akan terus mengawal pembangunan kereta api jalur ganda (double track) yang menyambungkan jalur utara dan selatan.

Sementara beberapa infrastruktur lain seperti pembangunan bandara internasional sudah rampung dan infrastruktur kelistrikan makin mencukupi kebutuhan industri dan masyarakat.

Untuk saat ini, problem yang belum tuntas di Jateng sendiri adalah perluasan pelabuhan Tanjung Emas untuk menopang logistik dan wilayah industri di sekitarnya.

"Apakah kita kemudian akan membuat 1 channel yang membuat lebih efisien? Kalau saya, tidak harus harus. Kan tidak semua harus ada di Jawa Tengah. Mungkin melalui Jawa Barat, oke. Jawa Timur, oke. Tapi betul-betul bisa efisien karena efisiensi ini menjadi sesuatu yang penting," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ganjar, Pemprov Jateng juga masih fokus untuk menyiapkan kawasan-kawasan industri baru yang dapat menarik minat investor untuk masuk.

Ada beberapa kawasan telah disiapkan untuk dikembangkan, salah satunya Kawasan Industri Brebes. Namun, karena terkendala proses perubahan rencana tata ruang/wilayah serta pembebasan lahan, prioritas utama kawasan industri yang bakal dikembangkan berada di Kabupaten Batang.

"Kalau infrastruktur di wilayah ini sudah siap maka percepatan itu bisa berjalan. Saya juga terima kasih karena kerja sama pusat, provinsi, dan kabupaten, kita bisa mendorong akselerasi agar bisa dilakukan percepatan khususnya di kawasan industri baru," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK