BTN Tunjuk Nixon Napitupulu Jadi Plt Dirut

CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2020 16:32 WIB
BTN menunjuk Nixon Napitupulu menjadi pelaksana tugas dirut usai bos mereka Pahala Mansury dijadikan Jokowi wakil menteri BUMN. BTN angkat Nixon Napitupulu usai bos mereka Pahala Mansury diangkat Jokowi jadi wamen BUMN. Ilustrasi.. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menunjuk Nixon L.P. Napitupulu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN. Hal ini dilakukan usai Direktur Utama sebelumnya, Pahala Nugraha Mansury ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Wakil Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN).

Diketahui, Pahala resmi dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Wamen BUMN pada Rabu (23/12).

Sementara itu, pengangkatan Nixon sebagai Plt. Dirut BTN diputuskan dalam Rapat Komisaris Bank BTN yang digelar di hari yang sama, untuk kemudian akan dilaporkan ke pemegang saham. Nixon menuturkan Bank BTN tetap menunggu arahan dari Kementerian BUMN.


"Kami menunggu arahan Kementerian BUMN untuk penyelenggaraan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa)," ujar Nixon dalam keterangan resmi.

Nixon mengatakan Bank BTN menyambut dengan bangga penjukan Pahala sebagai Wamen BUMN. Menurutnya, Bank BTN akan tetap fokus melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025.

"Kami akan tetap melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in 2025. Kami optimistis mencatatkan kinerja di atas target pada akhir 2020,"ujarnya.

Nixon menjelaskan Bank BTN telah menerjemahkan visi tersebut dalam berbagai strategi yang inovatif dan terukur. Perseroan pun telah menggelar berbagai transformasi dan perbaikan proses bisnis sejalan dengan visi tersebut.

Hingga kuartal III 2020, Bank BTN mencatatkan kinerja positif kendati di tengah pandemi. Emiten bersandi saham BBTN ini sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,12 triliun atau naik 39,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pada 2020, BBTN membidik laba bersih di atas Rp1,2 triliun. Sementara, per November 2020, laba perseroan telah menyentuh posisi lebih dari Rp1,3 triliun.

"Mudah-mudahan akhir tahun 2020 target laba BTN akan terlampaui," imbuhnya.

Sementara itu, memproyeksikan laba bersih akan berada di level Rp2,8 triliun pada 2021 mendatang. Perseroan membidik kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh pada kisaran 7 persen-9 persen .

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK