Jutaan Buruh Manufaktur Diprediksi Kena PHK pada 2021

CNN Indonesia | Senin, 28/12/2020 13:53 WIB
KSPI memprediksi PHK besar-besaran melibatkan jutaan buruh sektor industri manufaktur pada tahun depan. KSPI memprediksi PHK besar-besaran melibatkan jutaan buruh sektor industri manufaktur pada tahun depan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih akan menjadi permasalahan utama untuk kalangan buruh pada 2021 mendatang.

Presiden KSPI Said Iqbal memprediksi akan terjadi PHK besar-besaran yang melibatkan industri manufaktur pada tahun depan.

Ia memperkirakan akan ada jutaan buruh lainnya yang terancam PHK gelombang kedua setelah tahun ini PHK didominasi sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, dan penerbangan.


Prediksi dibuat dengan dasar pandemi covid-19 belum dapat dikendalikan oleh pemerintah RI dan diperburuk oleh virus corona mutasi dari Inggris. Sehingga, ekonomi masih bakal lesu dan resesi ekonomi berlanjut hingga 2021.

Menurut Said, sepanjang 2020 sekitar 500 ribu karyawan manufaktur telah mengalami PHK dan tren akan berlanjut menyeret jutaan pekerja lainnya.

"Menjelang 2021, catatan KSPI sepanjang 2021 (PHK) akan menimpa industri manufaktur baik padat karya maupaun padat modal," imbuh dia pada press conference daring, Senin (28/12).

Lebih lanjut ia menyebut KSPI menerima laporan beberapa sektor yang telah melakukan PHK seperti industri tekstil, garmen, otomotif, hingga ritel.

Pun pemerintah acap menyatakan banyak perusahaan asing telah menyatakan komitmennya menanamkan modalnya di Indonesia dan mampu menyerap pekerja Indonesia korban PHK pandemi, namun Said mengaku pesimis.

Ia menilai pemerintah bisa saja mendapat komitmen dari berbagai pihak, namun realisasi adalah urusan yang berbeda.

"Kami tidak terlalu optimis dengan berita itu karena baru komitmen, tapi realisasi investasi belum begitu bisa dibuktikan, di sisi lain ledakan PHK di mana-mana, sudah menyentuh manufaktur," jelasnya.

Untuk diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia kerja yang terdampak pandemi covid-19 pada Agustus 2020 berjumlah 29,12 juta orang.

Bila dirinci, jumlah pengangguran karena covid-19 sebanyak 2,56 juta orang, bukan angkatan kerja karena covid-19 sebanyak 0,76 juta orang, sementara tidak bekerja karena covid-19 sebanyak 1,77 juta orang, dan bekerja dengan pengurangan jam kerja karena covid-19 sebanyak 24,03 juta orang.

Lalu, jumlah pengangguran di Indonesia tembus 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Angka itu naik 2,67 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK