Airlangga Tegaskan Protokol Kesehatan Tetap Jalan Usai Vaksin

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 19:18 WIB
Menko Airlangga Hartarto menegaskan protokol kesehatan tetap berlaku meskipun proses vaksinasi dijalankan. Menko Airlangga Hartarto menegaskan protokol kesehatan tetap berlaku meskipun proses vaksinasi dijalankan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menegaskan proses vaksinasi corona harus tetap diimbangi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Dengan kata lain, keduanya harus berjalan beriringan.

"Bapak Presiden (Joko Widodo) tentu berharap bahwa kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat itu harus berjalan seiring, karena seluruhnya itu dengan vaksinasi tetap kedisiplinan masyarakat itu harus tetap dijaga," ucap Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (5/1).

Ia menekankan penerapan protokol kesehatan tetap berlaku meski proses vaksinasi akan dijalankan. Pasalnya, vaksinasi membutuhkan waktu hingga 15 bulan untuk 182 juta rakyat.


Airlangga juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Gaya hidup tersebut, kata Airlangga, belum akan berakhir. Sebab, vaksinasi tanpa diimbangi kedisiplinan 3M dinilai akan mubazir.

"Dengan vaksinasi, disiplin tetap perlu, karena covid-19 ini masih ada di global. Pandemi global ini belum berakhir," ucap Airlangga.

Sementara, Airlangga menyatakan pihaknya terus mengoptimalisasi tempat tidur di rumah sakit di seluruh Indonesia. Hal ini untuk menampung penambahan pasien covid-19.

"Pemerintah pusat akan melakukan realokasi perawatan di rumah sakit-rumah sakit, di mana alokasi untuk penanganan covid-19 ditingkatkan menjadi 30 persen dan Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) akan mempersiapkan hal itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut anggaran untuk vaksin corona bisa tembus lebih dari Rp74 triliun. Angkanya naik dari sebelumnya karena pemerintah menetapkan vaksinasi diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat.

Karena itu,ia memastikan akan merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Ini berarti, akan ada APBN Perubahan (APBN-P) tahun ini.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK