Google Resmi Punya Serikat Pekerja

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 08:18 WIB
Ratusan karyawan Google dan induk usaha, Alphabet, resmi membentuk serikat pekerja. Serikat pekerja di industri teknologi merupakan hal yang langka. Ratusan karyawan Google dan induk usaha, Alphabet, resmi membentuk serikat pekerja. Serikat pekerja di industri teknologi merupakan hal yang langka. (Google).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan karyawan di Google dan induknya, Alphabet, membentuk serikat pekerja untuk pertama kalinya. Ini merupakan langkah yang jarang ditemui di industri teknologi.

"Ini bersejarah. Serikat pekerja pertama di sebuah perusahaan teknologi besar," ungkap Dylan Baker sebagai salah satu insinyur perangkat lunas, dikutip dari CNN Business, Rabu (6/1).

Ia menyebut karyawan Google akan memilih perwakilan untuk serikat pekerja. Selain itu, mereka juga akan membuat keputusan secara demokratis dan membayar iuran.


Menurut opini New York Times, serikat pekerja Google beranggotakan 226 orang. Mereka telah menandatangani kartu serikat dengan Communications Workers of America (CWA).

Seorang insinyur perangkat lunak Google bernama Andrew Ganier mengungkapkan pembentukan serikat pekerja dimulai secara rahasia lebih dari satu tahun yang lalu. Ganier ikut dalam misi rahasia tersebut.

"Anda harus mengatur satu-satu dengan cara terselubung. Bertemu dengan orang-orang, membahas topik dengan hati-hati, benar-benar bijaksana tentang yang siapa yang diberitahu," kata Gainer.

Namun, pembentukan serikat pekerja Google juga cukup menantang karena pandemi covid-19. Wabah itu membuat pekerjaan beralih menjadi serba jarak jauh.

"Video call adalah mekanisme yang fantastis dan fakta bahwa kami tidak memilikinya di kantor membuat kami berada di bawah pengawasan mata perusahaan seperti Google," ucapnya.

Pembentukan serikat pekerja ini terjadi setelah bertahun-tahun ada ketegangan antara karyawan dengan pihak manajemen Google atas keputusan bisnis dan operasional perusahaan, termasuk rencana mesin pencari yang disensor China, serta penanganan perusahaan atas klaim pelanggaran seksual.

"Sudah terlalu lama, ribuan dari kami di Google dan anak perusahaan Alphabet lainnya diabaikan oleh para eksekutif," tulis pekerja dalam opini editorial Times.

Namun, beberapa pekerja yang angkat suara beberapa waktu lalu telah diberhentikan. Sejumlah kasus sempat diadukan ke Dewan Hubungan Perburuhan Nasional (National Labor Relations Board/NLRB).

Pada Desember 2020 lalu, NLRB menuduh Google melanggar hukum karena memecat dua karyawan yang berorganisasi.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK