Wall Street Batal Tendang 3 Perusahaan China dari Bursa Saham

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 20:04 WIB
Wall Street membatalkan rencana menendang keluar tiga perusahaan telekomunikasi China dari perdagangan bursa saham New York. Wall Street membatalkan rencana menendang keluar tiga perusahaan telekomunikasi China dari perdagangan bursa saham New York. Ilustrasi. (AP/Colin Ziemer).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wall Street membatalkan rencananya untuk menendang keluar tiga perusahaan telekomunikasi China dari bursa saham New York, Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNN Business, Selasa (5/1), bursa saham NY mengaku telah berkonsultasi dengan otoritas bursa setempat dan memutuskan bahwa saham perusahaan telekomunikasi China yang terdaftar masih dapat terus diperdagangkan.

Perubahan ini terjadi beberapa hari jelang penerapan larangan perdagangan saham China Mobile (CHL), China Telecom (CHA), dan China Unicom (CHU), pada 11 Januari nanti.


Larangan ini merupakan perintah yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada akhir tahun lalu. Perintah tersebut melarang investor AS berinvestasi di perusahaan yang dicurigai dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

Bahkan, Trump dengan tegas meminta investor untuk divestasi portofolio sahamnya dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Otoritas bursa saham NY mengklaim akan mengevaluasi perintah Trump sembari memeriksa dugaan bahwa perusahaan telekomunikasi China yang terdaftar benar dikendalikan oleh militer China.

Saat pembatalan keputusan itu, saham ketiga perusahaan telekomunikasi China meroket di bursa saham Hong Kong, di mana ketiga emiten tersebut juga terdaftar sebagai perusahaan publik.

Saham China Unicom, misalnya, meningkat lebih dari 6 persen. Sedangkan saham China Mobile dan China Telecom melonjak masing-masing lebih dari 5 persen.

China Unicom dan China Telecom mengaku mengetahui keputusan pembatalan perintah Trump itu. Mereka sepakat untuk memantau perkembangan dari kabar tersebut.

Menanggapi itu, Kementerian Luar Negeri China mengulangi kritiknya terhadap AS bahwa pemerintah negara adidaya itu telah ceroboh menekan perusahaan asing yang terdaftar di bursa sahamnya.

"Kami berharap AS menghormati pasar dan supremasi hukum," kata Juru Bicara Kemenlu China Hua Chunying.

Apalagi, sambung dia, ketiga perusahaan telekomunikasi yang akan dilarang itu telah bertahun-tahun melantai di bursa saham NY, Wall Street. China Mobile, contohnya, telah terdaftar sejak 1997 silam.

Sementara, kompetitornya, yakni China Telecom dan China Unicom sudah berdagang sejak awal tahun 2000-an.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK