Kronologi Isu Penipuan Grab Toko Hingga Rekening Diblokir BCA

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 08:38 WIB
Konsumen Grab Toko merasa tertipu lantaran barang pesanan tak kunjung dikirim. Imbasnya, rekening toko diblokir oleh PT Bank Central Asia (Persero) Tbk. Konsumen Grab Toko merasa tertipu lantaran barang pesanan tak kunjung dikirim. Imbasnya, rekening toko diblokir oleh PT Bank Central Asia (Persero) Tbk. Ilustrasi. (Istockphoto/Warchi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah konsumen layanan Grab Toko merasa ditipu lantaran barang yang mereka pesan tak kunjung tiba. Beberapa di antaranya menyampaikan keresahan atas penipuan tersebut melalui media sosial Twitter.

Salah satu konsumen tersebut adalah akun @ChardKurniawan. Ia mengunggah bukti transaksi pembelian dua buah handphone ke Grab Toko pada 29 Desember 2020 dan 3 Januari 2021.

Handphone pertama bermerek Samsung Galaxy A51 seharga Rp2.349.000 dan handphone kedua bermerek Apple iPhone 12 Pro Graphite seharga Rp12.024.000. Namun hingga kini pesanan tersebut tak kunjung tiba.


Ia juga mengunggah tangkapan layar terkait permintaan maaf Grab Toko atas diundurnya jadwal pengiriman barang dari 4 Januari menjadi 5 Januari dan tangkapan layar terkait permintaan maaf yang disampaikan Managing Director PT Grab Toko Indonesia Yudha Manggala Putra atas keterlambatan pengiriman barang ke konsumen.

Hal serupa juga disampaikan akun @halobuaya yang mengaku mengalami keterlambatan pengiriman barang yang ia pesan di Grab Toko.

Dalam pesan singkatnya kepada customer service Grab Toko, ia sempat dijanjikan barang pesanan akan dikirimkan paling lambat 2 Januari. Namun selanjutnya, terdapat pemberitahuan dari Grab Toko bahwa pengiriman diundur mulai tanggal 5 hingga 9 Januari.

Sementara itu, dalam postingan di media sosial, Yudha mengungkap adanya penggelapan uang yang dilakukan oleh investor Grab Toko. Yudha juga mengatakan bahwa perusahaan telah melaporkan investor tersebut ke Mabes Polri di Trunojoyo, Jakarta Selatan.

"Kami juga sudah berusaha menyita aset - aset investor yang ada dan membekukan semua rekening kami, agar terhindar kerugian lebih besar lagi," tulisnya.

Sementara proses investigasi masih dilakukan, Yudha mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengembalikan uang konsumen secepatnya. "Kami akan mengembalikan uang konsumen secepatnya setelah melalui proses kepolisian. Sekali lagi saya minta maaf atas kerugian yang ditimbulkan," tegasnya.

Sementara itu PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah memblokir rekening toko e-commerce yang diduga melakukan penipuan tersebut. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengungkap rekening atas nama e-commerce tersebut tidak lagi dapat melakukan transaksi.

"Dapat kami sampaikan bahwa BCA telah melakukan penundaan transaksi atas rekening toko e-commerce yang bersangkutan sehingga rekening tersebut untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi," ujar Hera dalam keterangan resminya, Rabu (6/1).

Dia menegaskan perusahaan telah menjalankan operasional perbankan dengan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, BCA mengimbau agar nasabah untuk senantiasa berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial dan senantiasa melakukan verifikasi informasi.

Grab Toko sendiri tidak terafiliasi dengan perusahaan layanan on demand Grab. Pengelola mengklaim selalu menekankan informasi itu apabila ada pihak yang menanyakan.

"Kami tidak ada hubungan apapun dengan @grabid," tulis pengelola dalam story yang diunggah akun Instagram @grabtokoid.

Pengelola mengaku telah mengecek ke Kementerian Hukum dan HAM bagian Administrasi Hukum Umum (AHU) sebelum menggunakan nama itu. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) juga disebut berbeda.

"Sebelum pembuatan PT, Tim Lawyer kami sudah mengecek di AHUdannama GrabToko bisa digunakan dan KBLIpun berbeda jauh," tulis unggahan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK