Tak Bawa Untung, Indosat Lepas Bisnis Satelit

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 17:15 WIB
PT Indosat Tbk memastikan akan melepas bisnis satelit karena dianggap tak lagi kompetitif dan kurang menguntungkan. PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan akan melepas bisnis satelit karena dianggap tak lagi kompetitif dan kurang menguntungkan.(CNN Indonesia/Aditya Panji).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indosat Tbk atau ISAT memastikan akan melepas bisnis satelit karena dianggap tak lagi kompetitif dan kurang menguntungkan.

Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan perusahaan hanya akan berfokus pada bisnis utamanya sebagai penyedia layanan komunikasi, terutama di bisnis digital.

"Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal satu, itu tidak efisien lagi dan kami tidak bisa memberikan harga yang kompetitif untuk layanan satelit," kata Natasha dalam paparan publik yang digelar virtual, Selasa (12/1).


Ke depan, tutur Natasha, sumber daya yang tadinya di bisnis satelit itu akan disalurkan untuk bisnis utama perseroan.

"Perusahaan tidak akan lagi memiliki dan mengoperasikan satelit," imbuhnya.

Seperti diketahui, belum lama ini Indosat telah melepaskan slot orbit satelit di 113 derajat BT yang telah berakhir masa operasinya. Berdasarkan keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), posisi satelit Palapa D milik Indosat itu akan digantikan oleh satelit Telkom yang dioperasikan PT Telkom Satelit (Telkomsat).

"Kami juga di sini menyambut baik keputusan pemerintah baru-baru ini yang telah memilih Telkomsat untuk mengambil alih dan mengelola spot orbit satelit tersebut," ucap Natasha.

Sebelumnya, posisi 113 BT rencananya akan diisi oleh Satelit Nusantara 2. Namun, Satelit Nusantara 2 yang diterbangkan pada bulan April 2020 mengalami gagal luncur.

Akibat kegagalan peluncuran itu, slot orbit 113 BT terancam dihapus oleh International Telecommunication Union (ITU). Penghapusan dilakukan jika Indonesia tidak dapat menempatkan satelit di slot orbit 113 BT dalam batas waktu yang ditetapkan.

Oleh karena itu, Kominfo mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan itu dan memberikan perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.

Selanjutnya Kemenkominfo akan melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap proses pengadaan satelit yang akan dilakukan oleh Telkomsat agar satelit dapat ditempatkan di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024 sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh ITU.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK