Insentif Biodiesel Diperkirakan Capai Rp46 Triliun pada 2021

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 17:43 WIB
Kementerian ESDM memperkirakan insentif biodiesel tahun ini meningkat dari tahun lalu seiring peningkatan volume dan membaiknya harga CPO. Kementerian ESDM memperkirakan insentif biodiesel tahun ini meningkat dari tahun lalu seiring peningkatan volume dan membaiknya harga CPO. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana memperkirakan insentif biodiesel 9,2 juta kilo liter (KL) akan mencapai Rp46 triliun pada 2021.

Angka tersebut naik dari tahun lalu karena peningkatan volume serta mulai membaiknya harga crude palm oil (CPO) yang jadi bahan baku biodiesel. Sebagai catatan, per 15 Desember 2020, insentif biodiesel yang disalurkan mencapai Rp25,67 triliun untuk 7,4 juta kiloliter.

"Kami sudah menghitung, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, kalau lihat angka sekarang 9,2 juta KL berapa insetifnya? Gampangnya Rp5 ribu dikalikan 9,2 KL (total alokasi). Itu Rp46 triliun kira-kira di situ," ucapnya dalam video conference Kamis (14/1).


Seperti diketahui, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelontorkan insentif untuk membayar selisih antara harga biodiesel dengan harga minyak solar.

Artinya, bila harga biodiesel lebih tinggi dari Solar, maka BPDPKS menalangi selisih harga tersebut agar biodiesel yang nanti disalurkan sama dengan harga Solar di pasaran.

Dadan memastikan meski jumlahnya diperkirakan akan lebih tinggi dari insentif tahun lalu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tak akan kekurangan dana.

Pasalnya, pemerintah telah menetapkan tarif pungutan ekspor per Januari 2021 kepada para pengusaha perkebunan kelapa sawit. "Ada duitnya, insyaallah ada tahun ini dengan adanya perubahan tarif untuk pungutan ekspo," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Dadan juga menuturkan untuk tahun ini peningkatan penggunaan biodiesel dari B30 ke B40 juga akan ditunda mengingat tingginya harga CPO dan jatuhnya harga BBM. "Lho kenapa kita enggak jadi naik menjadi (B)40 tahun ini? Selain konsumsi BBM tidak nambah tetapi harga sawit juga kan lagi bagus-bagusnya," imbuhnya.

Seperti diketahui mandatori biodiesel yang diluncurkan sejak 2015 terus meningkat dari B15 hingga B30 di 2020. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi biodiesel juga tercatat menanjak sejak 2017 lalu.

Pada 2018, konsumsi biodiesel tercatat sebesar 3,55 juta KL atau naik 49 persen dibandingkan realisasi 2017 sebesar 2,37 juta KL. Kenaikan itu disebabkan perluasan insentif biodiesel ke sektor nonsubsidi. Selanjutnya, konsumsi biodiesel kembali melejit menjadi 6,37 juta KL pada 2019.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK