Staf Erick Thohir Beri Sinyal Anak Usaha Inalum IPO 2022

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 11:30 WIB
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut anak usaha Inalum yang akan melantai di pasar modal bakal memperkuat industri baterai mobil listrik RI. Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut anak usaha Inalum yang akan melantai di pasar modal bakal memperkuat industri baterai mobil listrik RI. Ilustrasi. (Dok. INALUM).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut salah satu anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Tbk atau Inalum akan melantai di bursa saham pada tahun depan atau 2022.

Meski Arya enggan menyebut anak perusahaan mana yang dimaksud, bila melihat situs web Inalum, satu-satunya anak perusahaan holding pertambangan yang belum melantai ialah PT Freeport Indonesia.

Sedangkan perusahaan tambang negara lainnya seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Vale Indonesia (Persero) Tbk telah lebih dulu menjadi emiten pasar modal.


Arya menyebut anak usaha yang akan 'dijual' ke publik ini nantinya akan menjadi perantara antara Antam dan Inalum yang masing-masing memegang peran di hulu dan hilir industri baterai mobil listrik.

"Mungkin tahun depan atau 2022 kayaknya anak perusahaan Inalum akan di-IPO-kan untuk menangani ini. Kami belum tahu tapi lagi dihitung untuk menaikkan kapasitas kita supaya megang dari hulu dan hilir," jelasnya pada siaran TV Satu, Creative Money, Selasa (19/1).

Selain rencana tersebut, ia menyebut Kementerian BUMN juga tengah merancang dua usaha kongsi (joint venture), yang pertama antara PT Pertamina (Persero) dan Inalum. Kedua, antara PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Usaha kongsi ini dibuat demi memastikan industri baterai mobil listrik ini mampu beroperasi secara maksimal dari menambang sumber daya alam hingga mendistribusikan barang jadi di pasar.

"Makanya jangan heran kalau LG, perusahaan China, dan Tesla mau masuk karena masa depan ada di baterai listrik dan ini sudah kita pegang semua ada di Indonesia," imbuhnya.

Karena itu, Arya menyebut wajar jika saham-saham pertambangan BUMN mengalami kenaikan signifikan karena dipicu oleh sentimen pembangunan industri baterai mobil listrik.

Dalam hal ini, ia menyebut saham ANTM yang paling diuntungkan. Dalam 6 bulan terakhir, terpantau emiten mengilap naik 352 persen per perdagangan Selasa (19/1) dan ditutup di level 2.710. ANTM bahkan sempat menyentuh level tertingginya pekan lalu yakni di 3.440.

"Jangan heran misalnya sampai Antam naik sahamnya, karena kami melakukan aksi korporasi, melakukan sebuah industri dari hulu-hilir," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK