3 Perusahaan China Minta Bursa AS Tinjau Ulang Delisting

age, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 23:03 WIB
Perusahaan telekomunikasi China meminta Bursa Efek New York untuk meninjau kembali keputusannya untuk menghapus saham dari pasar AS (delisting). Perusahaan telekomunikasi China meminta Bursa Efek New York untuk meninjau kembali keputusannya untuk menghapus saham dari pasar AS (delisting).(AFP/SPENCER PLATT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan telekomunikasi China yakni Unicom Hong Kong Ltd, China Mobile dan China Telecom Corp meminta Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/NYSE) untuk meninjau kembali keputusannya untuk menghapus saham dari pasar AS (delisting).

Dikutip dari Reuters, Kamis (21/1), setelah beberapa kali gagal delisting, NYSE telah menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China awal bulan ini. Aksi penghapusan tersebut menyusul perintah eksekutif oleh mantan Presiden AS Donald Trump yang melarang orang Amerika berinvestasi di perusahaan publik yang dianggap memiliki hubungan dengan militer China.

Larangan investasi AS telah memicu dampak yang lebih luas bagi perusahaan. Pasalnya, investor AS dengan cepat menjual saham mereka.


Penyedia indeks MSCI Inc, FTSE Russell dan Indeks S&P Dow Jones menghapus perusahaan telekomunikasi tersebut dari benchmark bulan ini. Delisting ini menghapus sekitar US$5,6 miliar dari nilai saham mereka yang diperdagangkan di Hong Kong.

Ketiga perusahaan tersebut mengatakan peninjauan NYSE akan dijadwalkan dalam 25 hari sejak pengajuan mereka, Rabu (20/1). 

Pada November lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif berisi larangan perusahaan AS berinvestasi, termasuk membeli saham, di perusahaan China yang dianggap memasok atau mendukung kepentingan militer dan keamanan Negeri Tirai Bambu.

Perintah eksekutif itu memasukkan daftar 31 perusahaan yang dituding digunakan China untuk meningkatkan eksploitasi modal investasi AS buat mendanai militer dan intelijen, termasuk pengembangan dan peluncuran senjata pemusnah masal.

Kebijakan ini membuat hubungan dua perekonomian terbesar dunia itu bertambah panas. Selama ini, Trump melihat China sebagai ancaman terbesar AS dan demokrasi global. Tak hanya memantik perang dagang.

Sebelumnya, puluhan perusahaan China juga sudah dihapus dari indeks yang disusun MSCI Inc., Indeks Global S&P Dow Jones, dan Nasdaq.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK