BRI Tunggu Restu Pemegang Saham Jadi Holding BUMN Ultra Mikro

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 07:50 WIB
BRI mengaku menunggu keputusan pemegang saham untuk menjadi Holding BUMN Ultra Mikro bersama PNM dan Pegadaian. BRI mengaku menunggu keputusan pemegang saham untuk menjadi Holding BUMN Ultra Mikro bersama PNM dan Pegadaian. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT BRI (Persero) Tbk menunggu keputusan pemegang saham mengenai holding BUMN ultra mikro. Rencananya, holding tersebut diisi oleh BRI, PT PNM (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

"Itu domainnya pemegang saham, dan kami adalah pihak yang akan diholdingkan, sehingga jawabannya adalah kami serahkan ke pemegang saham dan kami akan mengikuti arahan pemegang saham," ujar Direktur Utama BRI Sunarso usai RUPS-LB, Kamis (21/1).

Sunarso mengatakan BRI perseroan tetap menyalurkan pembiayaan ultra mikro melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah tekanan pandemi covid-19. Hingga Desember 2020, BRI telah menyalurkan KUR ultra mikro sebesar Rp8,66 triliun kepada lebih dari 985 ribu nasabah.


Selain itu, perseroan juga melakukan restrukturisasi kredit dengan realisasi sebesar Rp186,6 triliun kepada 2,8 juta nasabah. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 95,5 persen merupakan nasabah segmen mikro, konsumer kecil, dan menengah.

Hingga kuartal III 2020, perusahaan pelat merah tersebut telah menyalurkan kredit sebesar Rp935,35 triliun. Serupa, sebagian besar penyaluran kredit tersebut diberikan kepada segmen UMKM dengan komposisi mencapai 80,6 persen dari total kredit BRI.

"Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan akibat pandemi, perseroan secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mengimplementasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang telah memberikan dampak positif tidak hanya bagi nasabah yang sebagian besar adalah UMKM, tetapi juga bagi perseroan," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkap pembentukan holding BUMN ultra mikro bertujuan untuk membangun ekosistem agar semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang terjangkau layanan keuangan formal.

"Akan ada penggabungan antara BRI, Pegadaian, dan PNM, di mana holding ultra mikro ini akan menyasar 57 juta nasabah ultra mikro (UMi) yang 37 juta di antaranya masih belum punya akses keuangan formal," tuturnya, dalam webinar Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional.

Menurut Tiko, panggilan akrabnya, ada tiga hal utama yang akan muncul dari kehadiran holding BUMN ultra mikro ini. Pertama, efisiensi biaya dana (cost of fund) baik di BRI, PNM dan Pegadaian.

Kedua, sinergi jaringan sehingga ekspansi usaha bisa dilakukan dengan biaya yang lebih murah. Ketiga, digitalisasi platform untuk optimalisasi pemberdayaan serta pembentukan basis data yang bisa digunakan pemerintah untuk menjalankan program yang menyasar pelaku usaha UKM dan ultra mikro.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK