Mendag Lutfi Curhat Bea Impor Mobil dari Filipina Menyakitkan

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 17:21 WIB
Mendag Muhammad Lutfi mengungkap kebijakan pengenaan bea impor mobil dari Filipina ke RI merupakan hal yang paling menyakitkan dari semua kebijakan dagang. Mendag Muhammad Lutfi mengungkap kebijakan pengenaan bea impor mobil dari Filipina ke RI merupakan hal yang paling menyakitkan dari semua kebijakan dagang.(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut kebijakan pengenaan bea impor mobil dari Filipina kepada Indonesia merupakan hal yang paling menyakitkan dari semua ketatnya kebijakan dagang dari negara-negara di dunia. Sebab, Filipina sudah dianggap negara sahabat karena dekat secara geografis dengan Indonesia.

"Dalam perjalanan, kami dikerjain banyak sama negara-negara lain, tapi yang paling menyakitkan adalah negara-negara terdekat dengan kita seperti Filipina. Mereka bikin safeguard untuk industri mobil kita," ungkap Lutfi di acara Akselerasi Pemulihan Ekonomi secara virtual, Selasa (26/1).

Sebelumnya, pemerintah Filipina menerapkan bea impor mobil dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Penerapan kebijakan ini dilakukan dengan tahap awal berupa investigasi mulai 17 Januari kemarin.


Padahal sebelumnya Filipina tidak mengenakan bea masuk ini terhadap mobil impor. Mobil impor hanya diberlakukan syarat mengandung komponen lokal sekitar 40 persen.

Kebijakan ini diambil karena data pemerintah Filipina mencatat impor mobil mencapai rata-rata 35 persen pada 2014-2018. Sementara rasio penjualan mobil lokal berkurang dan pangsa pasar lebih banyak dikuasai oleh mobil impor.

"Dalam hati ya sebenarnya industri mobil apa di sana? Karena yang terjadi memang karena balance of trade mereka turun, karena current account mereka juga kena dan kita sudah ekspor barang-barang yang berteknologi tinggi kok," tuturnya.

Di sisi lain, Lutfi mengatakan berbagai sengketa dagang juga masih dihadapi oleh Indonesia saat ini. Totalnya, ada 592 sengketa dengan mayoritas berasal dari Uni Eropa.

"Mereka ingin Indonesia selalu menjual barang mentah dan mereka komplain ingin Indonesia selalu menjual barang mentah dan mereka komplain kenapa kita dalam enam tahun terakhir bisa jadi negara nomor dua penghasil baja spesialis stainless steel," katanya.

Kendati banyak sengketa dagang dan pemberlakuan kebijakan perdagangan yang ketat dari berbagai negara, namun ia optimis Indonesia tetap bisa meningkatkan kinerja perdagangan pada tahun ini. Bahkan, targetnya, Indonesia bisa mengekspor lebih banyak lagi produk-produk ke pasar dunia.

"Saya jamin ke mereka bahwa bukan saja stainless steel saja, tapi kita juga akan menguasai sektor-sektor metal yang akan kita kerjakan," imbuhnya.

Untuk mengejar target ini, ia mengatakan bakal bekerja sama dengan Uni Eropa sesegera mungkin.

"Saya ingin tawarkan supaya mereka jangan ribut, tapi kita akan kirim ahli baja kita supaya Uni Eropa juga bisa mendapatkan nilai tambah dari Indonesia dengan teknologi yang baru dan bagus," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK