Sandiaga Ingin Garap Wisata Sejarah Makam Bung Karno

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 20:58 WIB
Menparekraf Sandiaga ingin mengembangkan wisata sejarah makam para mantan presiden RI untuk menarik minat wisatawan domestik. Menparekraf Sandiaga ingin mengembangkan wisata sejarah makam para mantan presiden RI untuk menarik minat wisatawan domestik. (Arsip Menparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ingin mengembangkan wisata sejarah makam para mantan presiden Indonesia agar menjadi salah satu destinasi yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan dalam negeri.

"Kemarin DPR bilang mungkin bisa wisata untuk makam Bung Karno di Blitar, Pak Harto, Gus Dur, ini saya rasa menjadi bagian heritage, wisata berbasis sejarah. Ini yang akan kami kembangkan sebagai wisata minat khusus," kata Sandi, sapaan akrabnya, di acara Media Group News Summit Indonesia 2021 secara virtual, Kamis (28/1).

Selain wisata sejarah, ia juga ingin mengembangkan wisata religi ke makam para wali songo. "Ini bagian dari ziarah," imbuhnya.


Wisata religi juga akan dikembangkan tidak hanya bagi umat muslim, namun umat beragama lain di Indonesia.

"Bukan hanya muslim, waktu ada keuskupan yang datang ke saya, katanya di Manggarai Barat sampai Larantuka, itu bisa untuk retret, ada salib besar. Jadi tenang, tenang, saya bicara konteks yang menyatukan," tuturnya.

Tak ketinggalan, ia juga ingin mengembangkan wisata halal. Apalagi, Indonesia disebutnya punya potensi yang besar dari sisi populasi, industri, dan pasar.

"Wisatanya yang halal, ramah muslim. Ini permintaannya meningkat, jadi harus kita fokuskan," imbuhnya.

Selain itu, ia juga ingin mengembangkan wisata overland atau wisata perjalanan darat dengan mengunjungi beberapa kota sekaligus menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

"Jadi ini wisata dengan kendaraan roda empat atau van, misal keliling Jakarta, Tanjung Lesung, Bandung, Cirebon, bisa juga Joglo-Semar, Yogyakarta sampai Semarang. Ada juga ke Borobudur, wisata kopi Temanggung, Magelang, sampai Bromo Tengger Semeru, Banyuwangi juga," jelasnya.

Sandi mengatakan berbagai pilihan wisata ini sengaja dikembangkan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bangkit lagi pada tahun ini. Targetnya, sekitar Rp50 triliun atau satu pertiga dari Rp150 triliun dana wisatawan nasional yang biasanya ke luar negeri bisa berputar di dalam negeri ketika pandemi ini.

"Kalau ada 30 persenan saja, bisa Rp50 triliun itu masuk ke kita sendiri, ke NTB, ke Sulsel, dan lainnya," tuturnya.

Bila sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bergerak lagi, ia yakin target pertumbuhan lapangan kerja di sektor ini bisa meningkat. Targetnya, pertumbuhan lapangan kerja di pariwisata naik 3 persen sampai 4 persen dan ekonomi kreatif 2 persen hingga 3 persen pada tahun ini.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK