Tertekan Corona, Kos-kosan di Yogyakarta Dijual Online

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 10:25 WIB
Penjualan kos-kosan melalui e-commerce kini banyak dilakukan di Yogyakarta. Penjualan salah satunya terjadi karena himpitan ekonomi akibat corona. Sejumlah pemilik kos di Yogyakarta menjual tempat mereka. Salah satunya dipicu tekanan ekonomi akibat corona. Ilustrasi. (Screencapture www.olx.co.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan bangunan kos-kosan melalui e-commerce kini di tengah wabah corona mulai terjadi di Yogyakarta. Salah satunya, sebuah bangunan kos 2 lantai yang lokasinya di sekitar UIN Yogyakarta.

Kos-kosan itu ditawarkan melalui e-commerce, OLX senilai Rp750 juta oleh pemiliknya.

Zulfi Ifani, pemasang iklan penjualan kos tersebut mengatakan bahwa bangunan kos tersebut adalah milik bibinya. Ia menjelaskan kos tersebut sudah kosong kurang lebih setahun karena ditinggal mahasiswa.


Maklum saja, selama pandemi covid-19 seluruh kegiatan mahasiswa dilakukan melalui daring. Itu membuat para mahasiswa perantau memilih pulang ke rumahnya dan mengikuti aktivitas belajar kampus melalui daring.

"Setahu saya se-Yogyakarta kampusnya belum ada yang masuk secara tatap muka, luring. Belum ada mahasiswa yang masuk. Saya sering lewat sekitar kampus UGM atau UIN yang biasanya sore pagi padat mahasiswa berangkat sepi. Kalau ada mahasiswa di Yogyakarta itu, kalau tidak mahasiswa lokal, ya mahasiswa akhir yang harus menyelesaikan skripsi," terangnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/2).

Ia menuturkan kos milik sang bibi tersebut sudah berdiri kurang lebih 5 tahun. Selain dampak pandemi, ia menuturkan bibinya juga membutuhkan dana untuk pernikahan sang anak.

[Gambas:Video CNN]

Sehingga, keputusan menjual kosan itu diambil bibinya.

Menurutnya, kondisi di sekitar kos tidak jauh berbeda karena ditinggal mahasiswa. Ia mengatakan kondisi tersebut membebani pemilik lantaran harus mengeluarkan biaya perawatan setiap bulannya.

Di sisi lain, pemilik kos tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi covid-19 berakhir hingga kegiatan belajar mengajar di kampus kembali normal.

"Kemudian ada pengeluaran harian, kalau orang yang benar- benar mengandalkan pemasukan dari kamar kos atau rumah kontrakan itu tentu butuh uang cash harian, kalau tidak bisa diandalkan dari pemasukan kos lagi mending dijual," terangnya.

Dalam kolom penawarannya, Zulfi menginformasikan kos milik sang bibi cukup strategis karena hanya berjarak 1 kilometer (Km) dari UIN Yogyakarta, Ambarrukmo Plaza, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), JEC Yogyakarta, dan sejumlah kampus lain di wilayah tersebut.

Kos tersebut memiliki 2 lantai dengan luas tanah 68 meter persegi dan luas bangunan 120 meter persegi.

Selain oleh Zulfi, ada pula sejumlah kos di Yogyakarta lainnya yang dijajakan dalam platform OLX. Mayoritas lokasi kos tersebut berada di kawasan kampus di Yogyakarta.

Harganya pun bervariasi dari Rp750 juta hingga Rp14 miliar. Misalnya, kos di dekat Kampus Sanata Dharma Maguwoharjo ditawarkan seharga Rp3,5 miliar.

Properti Dijual di YogyakartaProperti Dijual di Yogyakarta. (www.olx.co.id).

Kos tersebut memiliki luas tanah 390 meter persegi dengan 20 kamar tidur ukuran 3x3 meter. Selain itu, kos tersebut dilengkapi dengan 4 kamar mandi, 2 dapur, garasi, serta gazebo dan kolam ikan.

CNNIndonesia.com, sudah menghubungi pemasang iklan jual kos tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK