Buruh Prediksi Iuran BPJS Ketenagakerjaan Naik Demi JKP

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 18:22 WIB
KSPI menilai rekomposisi iuran jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja untuk jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) akan berujung pada kenaikan iuran. KSPI menilai rekomposisi iuran jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja untuk jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) akan berujung pada kenaikan iuran. Ilustrasi buruh. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi iuran program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) di BPJS Ketenagakerjaan naik dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini seiring dengan kebijakan skema iuran untuk program jaminan kecelakaan pekerja (JKP) yang berasal dari rekomposisi iuran JKK dan JKM.

Kebijakan itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang JKP. Beleid itu merupakan aturan turunan Undang-undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja.


Presiden KSPI Said Iqbal memperkirakan rekomposisi iuran JKK dan JKM akan membuat kualitas dari manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta menurun. Pasalnya, dana untuk operasional JKK dan JKM berkurang karena rekomposisi tersebut.

"Saya yakin JKK dan JKM akan dinaikkan iurannya," ucap Said dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2).

Said memandang kebijakan rekomposisi untuk program JKP juga sebuah kesalahan. Rekomposisi ini bisa juga disebut dengan subsidi silang.

"Subsidi silang antar program itu tidak boleh. Iuran JKK berkurang, otomatis manfaat berkurang dong nanti," jelasnya.

Said menyatakan pihaknya akan menolak keras jika ada kenaikan iuran JKK dan JKM. Pasalnya, hal itu akan merugikan buruh.

Diketahui, JKP merupakan jaminan yang diberikan kepada pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja berupa manfaat uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

Dalam rancangan beleid itu, pemerintah pusat bakal menanggung iuran sebesar 0,22 persen dari upah sebulan. Kemudian, 0,24 persen sisanya bersumber dari sumber pendanaan JKP atau rekomposisi dari iuran program JKK dan JKM.

Iuran JKK direkomposisi sebesar 0,14 persen dari upah sehingga iuran JKK untuk setiap kelompok tingkat risiko berubah.

[Gambas:Video CNN]

Rinciannya, 0,1 persen dari upah sebulan untuk tingkat risiko sangat rendah, 0,4 persen untuk tingkat risiko rendah, 0,75 persen untuk tingkat risiko sedang, 1,13 persen untuk tingkat risiko tinggi, dan 1,6 persen untuk tingkat risiko sangat tinggi.

Berikutnya, iuran JKM direkomposisi sebesar 0,1 persen sehingga iuran JKM menjadi 0,2 persen dari upah sebulan.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK