Sandiaga dan Gubernur Bali Bahas Pinjaman Lunak Rp9,9 Triliun

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 13/02/2021 23:37 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Bali Wayan Koster membahas pinjaman lunak Rp9,9 triliun untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Bali Wayan Koster membahas pinjaman lunak Rp9,9 triliun untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. (Arsip Menparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama Gubernur Bali Wayan Koster membahas soal pinjaman lunak sebesar Rp9,9 triliun yang ditujukan untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali pada tahun ini.

"Beliau (Menparekraf Sandiaga) sudah menunjukkan komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pariwisata di Bali," ujar Koster saat menerima kunjungan Sandiaga di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, seperti dilansir Antara, Kamis (11/2).

Dalam kesempatan itu, Koster juga membahas program-program khusus untuk menyelamatkan pariwisata Bali yang terdampak signifikan akibat pandemi virus corona (covid-19).


"Untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, sudah kami diskusikan dan kami dukung sepenuhnya karena memang merupakan aspirasi pelaku pariwisata di Bali maupun sektor-sektor pendukung lainnya," terang dia.

Sementara itu, poin-poin yang dibahas Sandiaga, antara lain soft loan Rp9,9 triliun. "Sekarang, hal tersebut sedang dalam pembahasan dan masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Ia juga membeberkan rencana program-program padat karya pemulihan pariwisata Bali lewat pencanangan 177 desa wisata, pembangunan jogging track, perbaikan destinasi wisata, hingga pengolahan sampah di Klungkung.

"Yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasanya dan sebanyak-banyaknya," jelasnya.

Sandiaga juga menyinggung upaya mendatangkan kembali wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata melalui konsep free covid-19 corridor. Konsep ini memungkinkan warga negara asing datang ke Bali dengan syarat sudah divaksin di negara asal.

Tidak cuma itu, warga negara asing itu juga tetap harus melakukan rapid test antigen untuk memastikan bebas dari covid-19.

"Hal ini sudah dibicarakan dengan Menkumham, Menkes, dan Menlu serta Satgas Covid-19. Pada prinsipnya usulan sudah ada dalam dalam pembahasan di tingkat akhir di pusat," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK