Cerita Pengusaha Jual Hotel di Bandung Saat Pandemi Corona

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 14:10 WIB
Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menjual hotelnya di Bandung saat corona karena tingkat keterisiannya tidak menutupi biaya operasional. Pengusaha hotel menjual tempat mereka karena pandemi membuat tingkat hunian tak menutupi biaya operasional. Ilustrasi. (Himawari_Dew/Thinkstock).
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena penjualan hotel berbintang di sejumlah daerah di Indonesia, mulai di DKI JakartaYogyakarta dan yang terbaru Bandung melalui situs jual beli online tengah viral di publik.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muhtar mengatakan fenomena ini muncul karena pandemi covid-19 yang sebelumnya membuat tingkat hunian atau okupansi hotel menurun.

Di tengah penurunan okupansi itu, pengusaha hotel terbebani biaya operasional yang tinggi.


"Ini kenapa pada dijual? Ya karena daya tahan pengusaha terhadap kondisi ekonomi saat ini sudah tidak kuat. Mereka perkirakan (pandemi covid) selesai Juli (2020), ternyata tidak, November, Desember, Januari, sampai sekarang Februari, ternyata tidak juga," kata Herman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/2).

Masalah ini pun dialami olehnya. Ia merupakan salah satu pengusaha yang menjual hotelnya di tengah pandemi.

Herman menuturkan niat menjual sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi. Sebab, menurut hitung-hitungannya, okupansi sudah menurun sejak sebelum pandemi.

Tapi, begitu pandemi mewabah di Indonesia, okupansi yang sudah turun, semakin terpuruk. Alhasil, keinginan menjual hotel pun kian besar.

[Gambas:Video CNN]

"Saya ini sudah duluan (jual hotel), sekitar enam bulan yang lalu, sekarang sudah laku, Hotel Cihampelas 3," ujarnya.

Herman mengatakan hotel dengan 50 kamar tidur itu dijual karena operasionalnya dan okupansinya sudah tidak maksimal. Padahal, operasional selama ini ditutup dengan dukungan kredit dari bank.

Baginya, daripada melunasi kredit bank untuk tetap membuka hotel, lebih baik hotelnya dijual. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk menyelesaikan cicilan dan sebagian bisa menjadi dana segar untuk renovasi dua hotel lain yang dimilikinya.

"Makanya dijual, sekarang urusan dengan bank saya sudah beresin, sudah lega. Rencananya nanti mau renovasi dua hotel lain saja, tempat duduk di dalam saya renovasi, jadi ke depan hotelnya bisa bersaing kalau pandemi sudah selesai," ungkapnya.

Untuk harga, Herman mengaku sebenarnya turun dari pasaran. Ia maklum karena hotel dijual saat pandemi.

"Harganya masih bagus, meski turun, tapi tidak terlalu dalam. Tapi saya tidak bisa sebutkan. Ini saya jual ke kenalan saya, dia bisnisnya bukan di hotel, di bidang kesehatan, yang masih untung di saat covid ini," tuturnya.

Menurut Herman, pembeli mau membeli hotelnya karena harganya tengah turun di pasaran. Hal ini sebenarnya sah-sah saja, karena hotel tersebut bisa direnovasi lebih dulu oleh pembeli dan dipersiapkan untuk masa setelah pandemi, sehingga bisa menjadi diversifikasi bisnis bagi pembelinya di masa depan.

Secara total, ia mencatat total penjualan hotel mencapai 62 unit di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cimahi. Sementara data hotel yang dijual mencapai 150 hotel di Jawa Barat.

"Mungkin nanti nambah lagi," pungkasnya.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK