2.566 Pegawai Bappenas Mulai Divaksin Corona Hari Ini

CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 21:39 WIB
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan 2.566 pegawai Bappenas mulai divaksin hari ini. Itu dilakukan usai ia menerima vaksin. Setidaknya 2.566 pegawai Bappenas divaksin corona mulai Senin (22/2) ini. ((CNN Indonesia/Nurika Manan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan dirinya menjadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju yang sudah mendapat suntik vaksin corona atau covid-19. Setelahnya, 2.566 pegawai Bappenas juga akan divaksin mulai Senin (22/2) ini.

"Saya sudah divaksin," ucap Suharso dalam konferensi pers virtual dengan awak media.

Suharso pun membagi pengalamannya usai menerima vaksin tersebut.


"Divaksin ya rasanya biasa-biasa saja, sampai hari ini saya tidak ada masalah, saya termasuk lansia (lanjut usia). Tapi disuntik begitu grogi juga awalnya, tapi pas saya rasakan, tidak ada masalah," terangnya.

Kendati begitu, ia tidak mengungkapkan kapan pastinya mendapat vaksin tersebut. Ia juga tidak memastikan apakah vaksin yang diterimanya dari Sinovac, perusahaan farmasi asal China dan sama dengan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau tidak.

Ia hanya mengajak semua masyarakat agar mau divaksin, meski saat ini masih banyak perdebatan soal itu. Perdebatan itu kemudian membuat masyarakat ada yang mau dan tidak divaksin.

"Saya dengar masih ada yang ragukan, tidak mau divaksin, berdebat, saya kira ilmu itu masa kalau sudah diyakini, dibuktikan, dan halal, ya mestinya bisa diterima. Vaksin boleh kok, divaksin itu keren, kalau tidak (divaksin) ya tidak keren," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, ia memastikan keamanan vaksin covid-19 Sinovac yang saat ini diberikan ke masyarakat, meski efikasinya hanya sekitar 65 persen.

"Vaksin Sinovac sampai hari ini tidak ada masalah. Beberapa vaksin yang ditarik, misalnya Modena, itu ternyata ada gejala alergi sehingga ditarik dan mereka akan perbaiki dulu," ujarnya.

Sementara pada hari ini, Suharso mengatakan ada 500 orang pegawai kementeriannya yang akan menerima vaksin covid-19. Mereka merupakan penerima vaksin tahap pertama dari total pemberian vaksin ke 2.566 pegawai Bappenas di kementerian.

Lebih lanjut, Suharso berharap program vaksinasi nasional bisa mencapai target lebih cepat, yaitu sekitar 39 persen sampai 40 persen dari target 180 juta penduduk yang divaksin pada Juli 2021. Semua, targetnya selesai pada September 2021.

"Kalau bisa dipercepat, 39 persen dari 180 juta sekitar 70 juta itu bisa dipercepat, misal Juli, maka akan terjadi flating the curve dari pertambahan kasus, dan saya kira ekonomi bisa lebih baik," pungkasnya.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK